Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Pusat Informasi Masyarakat Pesisir, Tempatnya Masyarakat Pesisir Demak dan Jepara Bertukar Informasi

Selasa, 28 Februari 2012

"Indigo" SMKN 1 Kalinyamatan Terima Order Cetakan

Kepala SMKN 1 Kalinyamatan dan banner " Indigo"


Jepara - Selain sebagai pusat kegiatan belajar dan mengajar program Keahlian Grafika , lewat layanan usaha yang berlabel  “ Indigo “ kini SMKN1  Kalinyamatan membuka pelayanan cetak untuk masyarakat luar . Berbagai barang cetakan bisa digarap di antaranya spanduk plastic /MMT,X banner, stiker , Baliho ,Print Kanvas,. Pelayanan untuk umum ini dibuka sejak bulan Desember yang lalu setelah sekolah ini memperoleh bantuan mesin cetak X banner dan MMT dari pemerintah pusat.

“ Ya selain untuk kegiatan praktek para siswa ,alat ini kami fungsikan untuk melayani order dari masyarakat. Beberapa warga dari luar telah mempergunakan layanan ini dan hasilnya tidak kalah dengan usaha lain  “, kata Drs. Agus Hidayanto Kepala SMKN 1 Kalinyamatan pada kabarseputarmuria .

Dikatakan oleh Agus , usaha “Indigo” ini ke depan diharapkan bisa bersaing secara sehat dengan usaha yang sama di Jepara dan sekitarnya. Biasanya kebutuhan  jasa  cetak masyarakat dilayani oleh usaha di kota seperti Jepara dan Kudus.Namun setelah di bukanya Jasa cetak “Indigo” ini diharapkan masyarakat  akan mengalihkan order mereka ke SMKN 1 Kalinyamatan.

Selain menyebarkan sejumlah brosur kepada masyarakat ,promosi usaha ini juga dilakukan seluruh siswa dengan cara pemberian insentif khusus bagi siswa pemberi order. Oleh karena itu sekolah memberikan harga khusus kepada mereka jika menerima order dari luar. Selain praktek kerja mereka juga bisa mendapatkan penghasilan dari usaha mereka mempromosikan jasa cetak di SMKN 1 Kalinyamatan.

“ Untuk harga kami berani bersaing dengan usaha sejenis baik di Jepara maupun di Kudus. Oleh karena itu jika masyarakat ada yang membutuhkan jasa pembuatan banner, MMT , Brosur atau yang lainnya bisa datang ke sekolah kami “, kata Hanafi,S Sn Guru SMKN 1 Kalinyamatan yang mengampu program keahlian Grafika.

Hanafi mengatakan , masyarakat yang ingin membuat Banner, MMT atau jasa cetak yang lainnya bisa datang ke sekolah dengan membawa disain yang akan dicetak baik berupa flash disk atau CD . Namun jika belum ada disain fihaknya juga siap membuatkan disain sekaligus . Untuk disain sederhana fihaknya tidak mengenakan biaya khusus , namun jika disain tersebut cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama ada tambahan untuk biaya disain.

“ Contohnya seperti ini kami memberikan harga Rp 30 ribu setiap unitnya , termasuk juga kakinya yang terbuat dari alumunium. Jadi masyarakat yang ingin pesan cetakan apa saja bisa datang ke SMKN 1 Kalinyamatan dan bertemu bapak Hanafi “ ujar Agus Hidayanto yang didampingi Hanafi sambil menunjukkan satu Banner duduk . (Fatkh.M)

Sabtu, 25 Februari 2012

Sri Midah, S Pd Kepala TKIT H. Djoepri Yang Santun Dan Amanah

Ibu Sri Midah , S Pd

Bagi Sri Midah, S Pd  menjadi guru adalah cita-citanya sejak kecil , oleh karenanya ketika kuliah di Perguruan Tinggi ia memilih IKIP Semarang sebagai tempatnya belajar untuk menimba ilmu . Cita-cita itu sudah kesampaian semenjak tahun 2003 ia menjadi guru dan juga Kepala TKIT Yayasan Keluarga H. Djoepri yang cukup dikenal di kawasan Kalinyamatan. Jumlah siswanya cukup banyak , guru-gurunya semua kompeten serta fasilitas tidak kalah dengan sekolah lainnya. Sehingga setiap tahun ajaran baru sekolah ini menjadi “jujugan” orang tua untuk menitipkan anaknya belajar dan bermain.

“ Alhamdulillah selama hampir sepuluh tahun saya berhidmat disini , semuanya berjalan lancar . Sekolah ini terus berkembang dan diminati oleh warga masyarakat . Itu semua berkat kerjasama semua komponen disini bukan hasil kerja saya semata “ tutur Ibu Sri Midah (43) wanita kelahiran Pati pada kabarseputarmuria .

Menjadi Guru memang pilihan hidupnya sejak kecil , namun keseriusannya menekuni profesi yang mulia ini ketika dia magang atau belajar di PAUD D Nado Kudus . Di sana ia belajar banyak mengenai pendidikan anak usia dini yang tidak ia dapatkan dibangku kuliahnya karena ia mengambil jurusan PKK. Namun demikian menurutnya ada kesamaan meski sedikit karena kuliahnya dulu ada juga pendidikan keguruannya. Tetapi di PAUD D N ado Kudus ini dia langsung praktek membimbing anak serta mengatasi berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan anak. (Selengkapnya)

Jumat, 24 Februari 2012

Pembangunan RSI “ Khoirul Ulum” Kaliombo Di Kebut

Bangunan RSI "Khoirul Ulum" Kaliombo dikebut


Jepara – Pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) “ Khoirul Ulum” yang terletak di desa Kaliombo kecamatan Pecangaan seminggu ini diteruskan setelah sebelumnya mandeg beberapa bulan. Kemandegan tersebut dikarenakan menyelesaikan administrasi yang berkaitan dengan tempat didirikannya bangunan RSI . Setelah semuanya selesai pembangunan kini dimulai lagi dengan membenahi bangunan yang ada untuk dibuat ruang rawat inap , ruang administrasi , apotik dan juga ruang bersalin.

 “ Jika tidak ada aral melintang dua bulan lagi Rumah Sakit ini sudah bisa kami operasikan dengan menerima pasien inap dan juga bersalin . Ruang depan ini semua kami fungsikan untuk pelayanan pertama  . Sedangkan pembangunan selanjutnya mulai awal dari yang tengah ini dan melanjutkan bangunan yang separo jadi disana “ , ujar Khoirul Ulum pemilik Rumah Sakit pada kabarseputarmuria sambil menujukkan bangunan setengah jadi bakal ruangan rawat inap.

Khoirul Ulum mengatakan , pendirian Rumah Sakit Islam di Desa Kaliombo ini sudah ia rencanakan dua tahun yang lalu. Hal pokok yang mendorong dia mendirikan Rumah Sakit adalah masih minimnya fasilitas pelayanan kesehatan didaerah pinggiran yang merupakan perbatasan Jepara dan Demak. Untuk menuju ke Rumah Sakit warga harus menempuh perjalanan  puluhan kilometer , apalagi ditambah akses jalan yang buruk . Oleh karena itu dengan dibangunnya Rumah Sakit tersebut masyarakat lebih dekat dan cepat mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

“ Itulah salah satu pertimbangan kami mendirikan Rumah Sakit disini meskipun desa , namun daerah ini merupakan perbatasan Jepara dan Demak yang masih jauh dari pelayanan rumah sakit. Kebanyakan mereka jika rawat inap ke Kudus atau Jepara “, tambah Khoirul Ulum yang istrinya seorang Dokter.

Dalam pendirian rumah sakit ini  dana yang terserap cukup banyak , selain untuk pendirian bangunan di areal 1 Hektar full bangunan juga peralatan kesehatan dan mebeler . Justru yang terbesar adalah dana untuk pembelian peralatan kesehatan yang saat ini harganya cukup mahal. Namun semuanya itu dia telah mempersiapakan segala sesuatunya agar Rumah Sakit yang dibangun di desa itu cepat selesai.

Bangunan belakang dan tengah dimulai lagi

Keberaniannya berinvestasi dalam bidang pelayanan kesehatan untuk umum ini didukung oleh keberhasilannya memenej 3 klinik di Semarang. Oleh karena itu meskipun mengeluarkan biaya cukup banyak hal itu bukan suatu halangan untuk terus maju  dan berusaha menyediakan pelayanan kesehatan yang murah dan prima untuk masyarakat sekitar.

“ Untuk tenaga medis dan non medis dan tenaga lainnya telah kami persiapkan sejumlah 60 orang . Doa’kan saja Rumah Sakit yang saya bangun ini cepat selesai dan bisa beroperasi melayani masyarakat di sekitar sini “, pungkas Khoirul Ulum warga Semarang yang dulunya kelahiran Jepara . (Fatkhul Muin)


Kamis, 23 Februari 2012

Yuk Mampir Ke " GRIYA BATIK FASHION " Wedung


Demak - Bagi penggemar busana batik di kawasan Wedung dan sekitarnya kini tidak usah jauh ke kota jika menginginkan pakaian asli Indonesia ini . Di Jalan Raya Ngawen No 27 Wedung kini telah berdiri toko pakaian khusus batik yang menyediakan berbagai kebutuhan anda dengan berbagai model . Toko yang berlabel  " GRIYA BATIK FASHION " tepat di depan Polsek Wedung ini selain ditujukan untuk melestarikan seni batik yang adi luhung juga menjawab tantangan bagi penggemar pakaian batik di Wedung dan sekitarnya.

“ Toko yang kami rintis 29 Oktober 2011 yang lalu adalah sebagai wahana untuk melestarikan seni batik di Indonesia . Selain itu juga sebagai perwujudan cinta kami kepada seni batik agar masyarakat Wedung bisa memakainya untuk berbagai keperluan “, ujar Mas Roziqin pada wartademak.

Oleh karena itu di Tokonya pinggir jalan raya Wedung – Demak disediakan berbagai macam pakaian batik untuk berbagai keperluan. Untuk pakaian wanita tersedia  Dress Batik , Blouse Batik , ABG Batik ,Rok Batik  dan  Gamis Dress Batik . Untuk batik pria tersedia Pakaian Batik Pria,  Hem Batik ,  Celana Batik dan Kaos Batik . Sedangkan untuk pasangan juga ada seperti Sarimbit Dress Batik Exlusife , Batik Pasangan / Sarimbit Regular. Untuk keperluan seragam baik kantor atau acara keluarga juga tersedia Paket Lusinan Seragam Batik , Seragam Batik Kantor ,  Seragam Batik Acara Nikah dan Seragam Batik Sekolah
.
“ Selain itu kami juga menyediakan pakaian batik untuk anak-anak dan berbagai asesori berbahan batik seperti sarung bantal batik  , tas batik , dompet serta masih banyak yang lainnya . Pokoknya yang kami jual disini serba batik “ tambah Rozikin.

Meski tergolong baru namun antusias warga Wedung terhadap pakaian batik cukup lumayan . Sehingga pada waktu tertentu seperti hari Minggu dan Jum’at toko tampak ramai dengan kedatangan warga yang sekedar melihat-lihat atau langsung berbelanja. Selain ingin melihat model mereka banyak yang juga pesan untuk keperluan hajatan dan juga seragam kantor , untuk keperluan ini fihaknya memberikan diskon khusus karena berbelanja lebih. Selain itu ditokonya juga menjual secara eceran , namun harga yang diberikan juga lumayan murah dibandingkan tempat lain.

“ Ya karena kami tergolong baru membuka usaha maka harga yang kami tawarkan cukup kompetitif bisa dibandingkan di toko lain . Saat ini harga yang kami patok antara Rp 9.000 – Rp 95.000. “ lanjut Roziqin.
Roziqin menjamin pakain batik yang ia jual benar-benar batik asli Indonesia bukan batik impor dari china. Selain berbahan baku pilihan pewarnanyapun dari bahan alami akar pohon dan kulit kayu sehingga aman dan nyaman dipakai. Sedang model-model yang ia tawarkan juga model terkini sehingga jika dipakai nampak modis dan up to date. Apalagi batik ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai budaya dunia yang harus dilestarikan . Oleh karenanya kita tidak perlu malu lagi memakai pakaian batik.


Selain pembelian eceran toko "GRIYA BATIK FASHION" ini juga menjual secara partai atau grosiran . Tidak itu saja pembeli juga bisa memesan secara langsung atau via on line , untuk konsumen yang lokasinya dekat pesanan diantar secara langsung . Namun jika tempatnya di luar kota maka pengantaran barang via paket . Untuk lebih jelasnya  pembaca bisa datang langsung ke toko atau menghubungi   Office Call : (0291)5720010 Hot Call : 08562516156. (Fatkh.M)

Inilah Tuntutan Mahasiswa UnisFat



1.      Tingkatkan Fasilitas perkuliahan yang sangat kurang memadai
2.      Mahasiswa Meminta Rektor dan yayasan Unisfat untuk profesional dalam memilih Dosen dan pegawai staf
3.       Mahasiswa meminta Rektor dan Yayasan  Unisfat untuk secara tegas mengganti Dosen dan pegawai staf yang tidak profesional dan ilegal
4.      Mahasiswa meminta kepada Ibu Suemi untuk menunjukkan surat izin dari Capil Demak berkenaan dengan jabatanya sebagai rektor UNISFAT
5.      Jabatan ganda ibu Suemi sebagai PNS Capil sekaligus Rektor menyalahi aturan
6.      Jabatan ganda Ibu Suemi sebagai staf yayasan sekaligus rektor UNISFAT menyalahi aturan struktural Universitas
7.      Mahasiswa menuntut kepada UNIVERSITAS untuk segera mengakred FAKULTAS TEHNIK sebelum 5 Mei 2012
8.      Melaporkan Bapak Mugiono ke Dewan kehormatan terkait
a.      Melanggar kode etik di UNISFAT
b.      Pemalsuan dokumen atas nama Dewan Pembina
9.      Menuntut Kopertis untuk segera mengatur UnisfatPP No. 16 th 2010
10.  Meminta kepada Ketua DPRD Demak untuk segera menangani konflik yang ada di tubuh UNISFAT
11.  Mahasiswa menuntut kepada Yayasan untuk menunjukkan transparansi menejemen yayasan yang berkaitan dengan
a.      Akta notaris yayasan
b.      SK pengangkatan rektor
12.  Meminta pertanggung jawabanrektor Bu suemi atas ijazahmahasiswa yang akan di wisuda akan kelegalan di pemerintah Daerah.

My Great Web page

SMK Negeri 1 Kalinyamatan , Siapkan Tenaga Terdidik Siap Kerja


Jepara - Saat ini sekolah kejuruan mulai diminati oleh orang tua murid , seiring dengan gencarnya promosi sekolah ini lewat berbagai macam tayangan iklan baik di media cetak maupun elektronik . Sehingga sekolah kejuruan saat ini tidak dipandang sebelah mata , namun saat ini menjadi tujuan utama lulusan sekolah lanjutan pertama untuk menuntut ilmu berlatih bekerja. 

Kepala SMKN 1 Kalinyamatan Drs. Agus Hidayanto

Selain itu dengan semakin mahalnya biaya pendidikan di tingkat perguruan tinggi itulah menjadikan sekolah kejuruan ini menjadi primadona baru , bagi siswa dan orang tua murid. Pada kenyataannya lulusan dari sekolah kejuruan lebih siap kerja ketimbang lulusan sekolah umum yang masih harus selangkah lagi memasuki dunia kerja  dengan meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi.

” Beberapa peserta didik kami yang telah lulus tahun lalu sudah banyak bekerja diberbagai tempat misalnya percetakan   , Hotel , usaha catering, Salon kecantikan dan Butiq  ”, tutur  Drs. Agus  Hidayanto,   kepala SMK Negeri 1 Kalinyamat pada kabarseputarmuria diruang kerjanya Rabu (22/2). 

Saat ini sekolah yang dipimpinnya itu membuka 4 program keahlian masing-masing Teknik Grafika, Tata  Busana, Tata Kecantikan dan Tata Boga. Saat ini siswa yang belajar sejumlah 333 yang terbagi tiga kelas , diharapkan tahun depan ada penambahan jumlah siswa dari kelas 1 sekitar 200 an yang terbagi dalam 6 kelas. Untuk ruangan kegiatan belajar mengajar teori sudah mencukupi , namun untuk Ruang Praktek Siswa masih perlu penambahan serta pengembangan  peralatannya.

Praktek Program Keahlian Tata Boga

” Idealnya untuk SMK antara teori dan praktek 40 : 60 , namun karena keterbatasan sarana prasarana praktek tersebut sekolah kami belum bisa menerapkan itu. Saat ini pembelajaran kami sebaliknya masih banyak teorinya untuk itu kami terus memacu agar menjadi 50:50 atau lebih meningkat lagi ”, ungkap Agus Hidayanto.

Untuk pengajar pada bidang studi umum sudah cukup, namun untuk pelajaran produktif yang mengampu program keahlian masih sangat kurang. Sebagai contoh guru yang mengajar Tata Kecantikan misalnya idealnya minimal 4 guru. Tetapi pada prakteknya saat ini gurunya hanya 2 orang , itupun non PNS . Begitu juga untuk guru Tata Busana, Tata Boga dan Grafika semuanya masih kurang sehingga penerapan pembelajaran teori dan praktek 40 : 60 sulit tercapai.

Praktek Program Keahlian Tata Busana

Namun demikian dalam setiap kesempatan baik ditingkat daerah maupun pusat dia terus berusaha untuk menutup kekurangan tersebut dengan permohonan bantuan. Baik yang berkaitan dengan sarana dan prasarana maupun tenaga kependidikan. Seperti usai kejadian pencurian sejumlah alat praktek siswa kemarin fihaknya langsung laporan ke pusat , tidak begitu lama sekolahnya ,mendapatkan bantuan lap top sebanyak 16 unit. Selain itu untuk program teknik grafika juga telah mendapat 2 unit mesin cetak MMT yang bisa memproduksi berbagai macam Spanduk X banner, Bill Board dan benda cetak lainnya. Mesin tersebut selain untuk praktek siswa , juga bisa menerima order dari masyarakat luar .

” Di Jepara ini satu-satunya sekolah yang mempunyai mesin cetak X banner ini baru sekolah kami, selain untuk praktek siswa kami juga membuka usaha untuk menerima order dari masyarakat. Siswa kami beri kesempatan untuk mencari order dari masyarakat luar , setelah masuk nanti kami berikan fee khusus untuk mereka ”, kata Agus sambil menunjukkan dua mesin cetak X banner bantuan pemerintah pusat.

Praktek Program Tata Kecantikan

 Begitu juga untuk program keahlian lainnya , sejak dini siswa dilatih untuk berwiraswasta  dan berinteraksi dengan masyarakat lewat kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan) diawali kelas XI. Mereka praktek ditempat-tempat usaha sesuai dengan program keahliannya , untuk grafika di usaha percetakan dan sablon , Tata Boga  mereka praktek di usaha catering atau pembuatan makanan. Begitu juga program keahlian Tata Kecantikan mereka magang di Usaha salon dan rias pengantin sedangkan tata busana mereka praktek di usaha penjahitan atau pembuatan pakaian jadi (konfeksi).

” Nah ketika PKL itulah siswa memadukan pembelajaran teori dan praktek secara langsung, sehingga banyak siswa dari PKL ini bisa mendapatkan tambahan penghasilan sendiri dari kegiatan itu. Setelah lulus mereka bisa langsung kerja di tempat mereka PKL atau di tempat lain ”, tambah Agus.

Ketika ditanya kendala Agus yang pernah mengajar di SMKN 1 Jepara mengemukakan, karena bertempat di daerah pinggiran dengan ekonomi beragam maka dari segi pembiayaan operasional sekolah perlu manajemen khusus. Meski menerapkan SPI ( Sumbangan Pengembangan Institusi ) untuk para siswa sesuai dengan kesepakatan rapat komite dengan orang tua/wali murid. Namun pada prakteknya tidak bisa masuk 100 persen dalam akhir tahun pelajaran , sehingga hal ini perlu konsultasi khusus dengan komite.

Praktek Program Teknik Grafika

Selain itu masih banyak kekurangan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan ruang praktek serta peralatan praktek untuk siswa , guru-guru produktif yang masih kurang dan juga pagar untuk keamanan lingkungan sekolah. Oleh karena itu ke depan dia dan segenap pengelola berupaya keras agar semua kekurangan itu bisa teratasi , sehingga sekolah ini bertambah maju dan lebih dikenal masyarakat.

“ Ini semua kami lakukan agar lulusan kami benar-benar siap kerja sesuai dengan program keahliannya masing-masing. Selain itu kami juga bekerjama dengan berbagai lembaga agar lulusan kami cepat terserap di dunia kerja “, pungkas Agus Hidayanto. (Fatkh.M)

JEMBATAN PUNGKRUK TUNGGU TAHUN DEPAN

Dua pelajar menenteng sepatu dan tas usai menyeberangi sungai Pungkruk yang memiliki lebar sekitar 50 met
Pembangunan jembatan sungai Pungkruk Demak akan dimulai tahun 2013 mendatang. Ada dua alternatif, jembatan permanen atau jembatan darurat khusus motor.

Demak  - WARGA Dusun Pungkruk Desa Jragung, Karangawen harus bersabar. Impian mereka memiliki jembatan, baru bisa terealisasi tahun depan. Selama ini, untuk beraktivitas ke luar kampung, warga harus menyeberangi sungai selebar 50 meter. Alternatif lain, memutar melewatu Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan sejauh 15 kilometer.

Rencananya, baru tahun 2013 pemerintah akan membangun jembatan. Kemarin, sejumlah anggota Komisi C DPRD Demak mengunjungi lokasi sungai. Para anggota dewan sempat terenyuh dan menegur sejumlah siswa SDN 3 Jragung yang bersiap menyeberang. Belasan anak SD itu baru pulang dari sekolah, setelah melepas pakaian dan menenteng bukunya di atas kepala, mereka nekad menerobos derasnya air Sungai Jragung. Derasnya air sungai akibat hujan, tak membuat para bocah itu khawatir. Seakan mereka sudah terbiasa menghadapi maut.

"Sudah biasa sehingga saya tidak takut. Kecuali kalau banjirnya tinggi, kami tidak berani nyeberang," kata seorang siswa Muklas (11) menjawab pertanyaan anggota dewan. Kurang dari sepuluh meter, di belakangnya Maftuh (45) warga Pungkruk ikut menyeberang usai mencari rumput untuk ternaknya.

Menurut Sekretaris Komisi C, Fatkan setelah melihat kondisi itu, semua anggota Komisi C sepakat akan mendorong segera dianggarkan dana untuk pembangunan jembatan. Pihak khawatir bila lama tidak dibangunkan jembatan, akan jatuh korban saat warga menyeberangi sungai Jragung. "Kami sepakat, semua anggota Komisi C akan mendorong segera diberikan anggaran untuk pembangunan jembatan," kata Fatkan.

Kepala DPUPPE Budi Hariyanto melalui Kabid Bina Marga Budi Harsono mengatakan, rencananya tahun 2013 pemerintah akan merealisasikan jembatan di Dusun Pungkruk. "Bila dibangun jembatan permananen akan membutuhkan dana lebih dari Rp 4 miliar. Kalau hanya jembatan yang bisa dilewati motor dan pejalan kaki, hanya butuh anggaran kurang dari Rp 1 miliar," ungkap Budi saat mendampingi kunjungan dewan, kemarin. (swi/nji)
  Sumber : http://www.facebook.com/groups/77993022715/10150626141292716/?notif_t=group_activity

Play Group H. Djoepri Kalinyamatan Jepara, Mencetak Generasi Islam Berkualitas

Ruang belajar Play Group
Guru dan siswa PG bergambar bersama

Jepara -  Desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan  kabupaten Jepara  dikenal cukup maju dan juga lengkap fasilitas pendidikannya , dari pendidikan dasar , menengah dan pondok pesantrenpun ada di sana. Salah satu lembaga pendidikan yang mendidik anak-anak pra pendidikan Dasar adalah PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini )  Play Grup (PG) H. Djoepri  .

Setiap tahun ajaran baru sekolah ini menjadi “jujugan” para orang tua /  wali untuk menitipkan pendidikan anaknya disini . Selain mempunyai gedung yang baik , juga fasilitas lainnya cukup lengkap selain permainan di dalam kelas , juga ada permainan di luar yang membuat kerasan peserta didik untuk belajar di sekolah ini.

“ Alhamdulillah sampai saat ini Play Group H. Djoepri ( Eks D’Nado Kudus) sudah lebih 10 tahun berkiprah mendidik generasi yang Islami. Selain gedung yang baik guru-guru disini juga lengkap sehingga proses KBM berjalan lancar “, Ujar Siti Halimah ,S Pd  Kepala PG Yayasan H Djoepri pada kabarseputarmuria.


Ibu Siti Halimah S Pd Kepala PG H Djoepri Kriyan



Play Group  yang lokasinya satu kampus dengan  TKIT ( Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) H.Djoepri    ini, sangat bernuansa Islami sehingga pola pembelajarannya penuh dengan nuansa agama Islam , diantaranya ada Baca Tulis Alqur’an,praktek ,wudlu , sholat, dan juga kegiatan seni Islami seperti rebana dan juga sholawatan.  Selain itu masih banyak pembelajaran yang didukung oleh alat peraga dan juga permainan yang membuat anak senang dan kerasan untuk belajar.

“ Seperti hari ini sebagian anak-anak yang diperkenalkan dengan makanan tradisional Jepara oleh guru . Sebagian lagi ada yang bermain-main dengan media tanah liat . Kelihatannya kotor namun ini merupakan pembelajaran agar mereka mengenal secara langsung”, papar Siti Halimah yang akrab dipanggil Imah.

Keberadaan Play Group H. Djoepri  berawal 10 tahun yang lalu dia bersama satu rekannya belajar atau magang kerja di PAUD D’Nado Kudus . Selain berniat untuk belajar dia juga mengharapkan bisa mengamalkan ilmunya itu untuk masyarakat disekitar desanya yang pada waktu itu belum ada PG seperti sekarang. Usai lulus pendidikan pemagangan iapun membuka sekolah PG ini di desanya dengan bendera D. Nado Kudus.

Pengenalan makanan asli Jepara pada siswa

Pada awal pendiriannya siswa yang direkrut hanya hitungan diatas 10 siswa , namun semangat untuk mendidik dan mengabdi kepada masyarakat terus bergejolak. Tahun-tahun selanjutnya jumlah siswa makin bertambah seiring dengan perkembangan pola pikir masyarakat akan pentingnya PAUD. Apalagi setelah ada sebuah Yayasan yang secara hukum menaungi serta menyediakan seluruh fasilitasnya yaitu Yayasan Keluarga H .Djoepri Kriyan Kalinyamatan . PG ini bertambah maju dengan penambahan siswa yang cukup signifikan.

“ Karena keterbatasan ruangan dan kelas siswa PG H. Djoepri saat ini 54 anak yang kami bagi menjadi 3 kelas dengan masing-masing kelas  2  guru . Dengan murid yang cukup tersebut proses KBM bisa berjalan lancar , tambah ibu Imah.

Selain warga desa Kriyan yang belajar dan bermain di PG H. Djoepri ini juga warga desa sekitar , seperti Purwogondo , Bakalan , Robayan dan ada juga yang berasal dari desa di kecamatan Mayong dan Welahan. Mereka menitipkan anaknya belajar dan bermain di PG ini bukanlah tanpa alasan , selain fasilitas yang mumpuni juga pengajarnya cukup berkualitas . Oleh karena itu hasil pembelajaran di PG ini bisa dibandingkan dengan PG yang lain.


Siswa PG bermain bersama di pandu Guru

“ Alhamdulillah selama lebih 10 tahun kami berkhidmat mendidik anak PG disini , sudah banyak prestasi yang kami raih , baik tataran kecamatan, kabupaten dan provinsi. Bahkan jika ada lomba dadakan untuk tingkat kabupaten PG ini sering ketiban sampur “, kata Imah yang Sarjana dari IKIP Veteran Semarang.

 Lingkungan sekolah cukup mendukung dengan adanya tempat bermain dan juga ruangan kelas yang luas ,  hal ini membuat prestasi para siswa cukup baik. Sehingga jika ada perlombaan atau kompetisi   , sekolah ini sering mendapatkan kejuaraan baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten. Ini bisa dilihat dari piala yang berjajar rapi dalam almari dan juga piagam penghargaan dari berbagai perlombaan. (Fatkh.M)


Rabu, 22 Februari 2012

”TKIT” H. Djoepri Jepara Prestasinya Patut Di Banggakan

Siswa dan guru bergambar bersama

Jepara - Salah satu PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) di kawasan Kalinyamatan Jepara yang cukup dikenal orang adalah TKIT ( Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu ) H. Djoepri . Selain kondisi sekolahnya yang cukup lengkap fasilitasnya , juga guru-guru yang mengampunya cukup cakap dan berkualitas . Sehingga dari waktu ke waktu sekolah ini menjadi sekolah idaman bagi orang tua /wali yang menginginkan  pendidikan  berkualitas untuk putra-putri mereka.

Selain belajar sesuai dengan kurikulum yang ada , sekolah ini juga menerapkan unsur pendidikan agama sehingga outputnya diharapkan  nantinya  akan menjadi anak yang berkualitas serta beriman dan bertaqwa.   Di Sekolah ini anak didik juga untuk menjadi pribadi yang mandiri dalam segala hal . Oleh karena itu sekolah ini  menerapkan aturan orang tua tidak boleh menunggui putra-putrinya selama KBM berlangsung mulai jam 07.30 – 12.30.

” Kalau untuk TK lain mungkin pulangnya sampai jam 11 saja , namun sekolah kami pulangnya sampai jam 12.30 yang diisi dengan kegiatan makan siang dan sholat berjamaah . Untuk membiasakan anak melaksanakan ajaran agama sejak dini ”, ujar Ibu Sri Midah Kepala Sekolah TKIT H. Djoepri pada kabarseputarmuria.


Ibu Sri Midah, S Pd. Kepala TKIT H. Djoepri Kriyan


TKIT yang terletak di Desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan ini menurut Ibu Sri Midah berawal dari tahun 2003 setelah berdirinya PG (Play Group) dalam naungan yang sama yaitu Yayasan H. Djoepri. Waktu dulu dia bersama dua orang temannya harus magang dulu hampir setahun di   PAUD D Nado Kudus. Setelah merasa mampu untuk mengajar dan menjalankan maka gayungpun bersambut dengan adanya Yayasan yang menaunginya sehingga akhirnya di buka PAUD ( PG dan TKIT ) untuk warga desa Kriyan dan sekitarnya sampai sekarang.

” Pada awal pendirian sekolah TKIT H. Djoepri ini tahun pertama kita hanya mengajar 12 anak, tahun kedua 22 anak . Dan alhamdulillah pada tahun pelajaran 2011/2012 ini siswa yang belajar disini ada 112 anak . Jumlah tersebut kami bagi menjadi kelas A dan B dan kami bagi lagi masing-masing menjadi 3 Kelompok ”, kata Ibu Sri Midah, S Pd.


Ibu Sri Midah yang lulusan PGTK Unnes tahun 2006 mengemukakan, jumlah guru yang mengajar  12 orang  semuanya sudah Sarjana. Masing masing kelompok diajar oleh 2 orang guru , sehingga proses belajar mengajar cukup lancar. Selain itu masih ada tenaga TU yang mengurusi administari sekolah dan juga 2 tenaga bagian Gizi yang mengatur asupan gizi anak setiap harinya lewat makan siang. Dengan kerjasamaya yang baik tersebut maka selama hampir 10 tahun berkhidmat dengan masyarakat TKIT H. Djoperi mengalami peningkatan yang signifikan disemua bidang.

Selain kantor dengan bangunan yang bagus sehingga mampu memenej sekolah dengan baik , diantaranya menyajikan berbagai informasi mengenai sekolah dan juga tempat mendokumentasikan semua kegiatan sekolah. Ruang kelasnyapun terbilang nyaman untuk belajar anak . Dengan penataan meja-meja kecil melingkar sehingga komunikasi siswa dengan siswa bisa berjalan dengan baik. Apalagi dipandu dengan guru yang benar-benar mumpuni sehingga prestasi belajar anak tidak perlu diragukan lagi.

Prose KBM didalam Kelas

” Dengan pengelolaan yang profesional inilah output hasil belajar anak-anak didik kami cukup menonjol dibandingkan dengan sekolah lain. Di setiap kejuaraan siswa didik kami sering mendapatkan kejuaran setiap even lomba , baik tingkat kecamatan, kabupaten sampai dengan provinsi ”, ujar Ibu Sri Midah sambil menunjukkan puluhan tropi dan piagam yang tersimpan di Almari kantor.

Berbagai event lomba telah diikuti , seperti lomba  menggambar , mewarnai , pengetahuan agama , pementasan busana  sampai dengan lomba Drumb Band. Khusus untuk kegiatan Drum Band ini selain memacu kratifitas siswa dalam bermusik dan tampil di masyarakat juga sebagai kegiatan andalan yang bisa membawa nama sekolah . Rutinitas Drumb Band ini selalu ditampilkan ketika berlangsungnya Upacara Hari Pendidikan setiap tanggal 2 Mei di lapangan kecamatan Kalinyamatan.

Selain itu juga pernah memeriahkan berbagai acara diluar sekolah seperti memeriahkan kegiatan pengajian, karnaval dan event luar lainnya. Oleh karena itu fihak sekolah membuka diri kepada fihak luar sekolah atau masyarakat untuk menampilkan Drumb Band dari TKIT H. Djoepri untuk acara keluar . Pementasan Drumb ini bisa dilaksanakan asal tidak menganggu jam belajar mereka , sehingga perlu koordinasi dengan fihak sekolah.

Siswa bermain dikala istirahat


Selain siswa yang berprestasi , guru ataupun pengajar di TKIT H Djoepri Kriyan ini juga tidak mau kalah , berbagai lomba telah diraihnya yang berkaitan dengan peningkatan mutu belajar siswa diantaranya pembuatan alat peraga edukatif , dan lomba lain yang merangsang guru untuk lebih kreatif dalam mengajar. Sebagai contoh Ibu Sri Midah pernah meraih lomba Guru berprestasi tingkat Kabupaten dan juga propinsi.

Suasana TKIT ( Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) H.Djoepri    ini, sangat bernuansa Islami sehingga pola pembelajarannya penuh dengan nuansa agama Islam , diantaranya ada Baca Tulis Alqur’an,praktek ,wudlu , sholat, dan juga kegiatan seni Islami seperti rebana dan juga sholawatan.  Namun demikian pelajaran lainnnya seperti menggambar, mewarnai , menyanyi juga tidak ketinggalan.

Untuk membekali siswa dengan pengalaman dan pengetahuan lingkungan dan juga sosial berbagai acara telah diadakan , diantaranya anjangsana ke panti asuhan anak yatim , kegiatan buka bersama dan juga pembagian Zakat fitrah pada bulan Ramadhan. Kegiatan out door actifity juga tidak ketinggalan misalnya berkunjung ke tempat bersejarah , ke tempat wisata , pasar , kantor pemerintahan  dan juga tempat umum lainnya. Ini semua dilakukan agar anak ke depannya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara baik dan mandiri.

Permainan diluar kelas dibimbing guru

Memang untuk ukuran kota kecamatan TKIT H. Djoepri patut dibanggakan prestasinya , oleh karena itu sekolah ini sering ketiban sampur untuk mengikuti lomba   siswa dan guru diberbagai event tingkat kabupaten . Setiap waktu sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Keluarga H. Djoepri yang dipimpin Mayor Jendral TNI Joko Besar Iman ,MM  selalu mengadakan inovasi agar sekolah yang beralamat di Jl. HM. Sholkhan No 3 Kalinyamatan Jepara ini bertambah maju.

” Keberhasilan kami membesarkan sekolah ini karena adanya kesamaan visi dan saling berkoordinasi antara Yayasan , Kepala Sekolah , Guru ,orang tua siswa , siswa dan juga lingkungan masyarakat . Oleh karena itu keberhasilan sekolah ini juga milik masyarakat kami dengan teman-teman hanya mengelola saja ”, tutup Ibu Sri Midah yang hampir sepuluh tahun menjadi Kepala Sekolah di TKIT H. Djoepri.(Fatkh.M)


Selasa, 21 Februari 2012

Wih Di Jepara Ada CINETO Apaan Ya ?

 
Cinematography, dari sini lah nama CINETO berasal #kalau dengar nama ini, yang kebayang tuh seperti nama permen atau sesuatu yang manis2 #sweet name!! Cineto dibentuk pada tanggal 20 Januari 2012 oleh beberapa anak muda kreatif Jepara yang ingin mengembangkan perfilman INDIE di Jepara. Cineto adalah sebuah Exhibitor [Pemutar film] yang mengusung konsep bioskop alternatif/bioskop mandiri, yakni menyulap sebuah ruangan sederhana menjadi sebuah bioskop mini #jarang-jarang kan di Jepara ada kayak gini?

Buat yang penasaran dengan mereka, samperin aja homebase cineto di jalan RMP Sosrokartono No. 14 Pengkol Jepara. #look at this map :]


Sebagai sebuah Exhibitor film tentunya kegiatan mereka adalah muter film. Dan untuk pertama kalinya bertepatan dengan moment hari Valentine, Cineto bakal muter film bertema "Cinta Di Balik Layar" persembahan dari Pabrik Film Jogja, pada tanggal 14 sampai 19 Februari 2012. Ada 3 film pendek dalam rangkaian Omnibus Valentine yang akan mereka putar, yakni "Tetap sebuah Rahasia" karya Pandhu Ajisurya, "Bisik dan Jendela" karya Edo R. Rahman, dan "Beruang Kecil" karya Jeihan Angga.


Gue udah nonton kemarin dan pengen nonton lagi #dijamin SERU apalagi kalau nontonnya bareng-bareng [bisa bareng pacar, bareng adhek, bareng temen, atau bareng nyokap bokap juga boleh...hahah]. Buruan deh ke homebase Cineto dan dapatkan tiketnya. Cuman dengan Rp.10.000 untuk 2 orang [promo] kamu udah bisa ngrasain pengalaman seru nonton film di bioskop mandiri, dan berarti juga kamu telah ikut mengapresiasi.

Seperti yang dikatakan yazid [pengelola Cineto] bahwa pada dasarnya Cineto adalah sebuah komunitas yang bertekad menciptakan suatu proses yang berkelanjutan, agar para pembuat film, distributor, dan exhibitor film dapat mempertahankan eksistensinya [terutama di Jepara] serta film-film indie tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas tidak hanya sebatas para seniman film.



Layaknya seorang bayi yang baru terlahir, Cineto sangat butuh support serta apresiasi dari kita. Keren kan, jika di Jepara ada hiburan-hiburan kreatif seperti ini jadinya nggak di identikkan lagi dengan ORKES #what the hell??

So, cobain deh nonton film di Cineto
Untuk waktunya :

Sesi 1 : 15.00-16.00 WIB
Sesi 2 : 16.00-17.00 WIB
Sesi 3 : 19.00-20.00 WIB
Sesi 4 : 20.00-21.00 WIB

Pilih sendiri kursimu , ada sekitar 20 an kursi di setiap sesinya. untuk keterangan lebih lanjut
Hubungi :
Oelfah [089667871927]
Cineto Exhibitor
@CinetoEx

Gue udah nonton, sekarang giliran kamu. good luck cineto
Aslinya : DARI SINI
 
"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : Impleng[at]plasa.com pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone: 085641629350.- 08282575122
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"