Rabu, 29 September 2010

Menikmati Nasi Kucing Angkringan Di Jembatan Baru Desa Kedungmalang Jepara


Jembatan Kedungmalang Kedung Jepara yang menghubungkan desa Kedungmalang Jepara dan desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak saat ini menjadi icon baru wisata di seputaran pesisir Demak Jepara. Jembatan sepanjang hampir 100 meter ini selain sebagai sarana transportasi dua kabupaten juga menjadi obyek kunjungan warga sekitar yang ingin menikmati pemandangan laut dari atas jembatan. Selain itu pula jembatan ini juga dijadikan ajang pemancingan bagi warga luar desa yang mempunyai hobi memancing ikan laut. Oleh karena keberadaan Jembatan Kedungmalang ini selain meningkatkan perekonomian warga juga menambah keramain desa dengan banyaknya kunjungan warga luar desa. Dengan banyaknya kunjungan dari warga itulah maka di kanan kiri banyak bermunculan usaha baru diantaranya warung-warung makan ,angkringan yang buka dari pagi hingga malam hari .
“ Saya buka usaha angkringan nasi kucing ini sudah ada dua tahunan , bukanya jam lima sore dan tutupnya menunggu dagangan habis atau subuhan kami berkemas pulang. Alhamdulillah pelaggan kami rata-rata warga luar yang memancing ikan di seputaran Jembatan Kedungmalang ini , hasilnyapun lumayan cukup untuk menghidupi keluarga di rumah “, aku Muslikhun warga desa Jungsemi kecamatan Wedung kabupaten Demak (35) penjual angkringan nasi kucing yang mangkal di sebelah utara jembatan Kedungmalang belum lama ini.
Muslikhun yang lulusan PGA mengungkapkan , usaha angkringan nasi kucing yang ditekuninya saat ini  bukanlah usaha awal, karena sebelumnya dia telah berusaha berbagai macam diantaranya jualan buah di Jakarta ,jualan Mie ayam di Jepara dan juga wiyata bakti mengajar . Namun semuanya itu di rasa kurang cocok baginya sehingga pekerjaan itupun ditinggalkan begitu saja , tetapi ketika ada tetangganya yang cukup berhasil mengembangkan usaha angkringan nasi kucing , iapun tertarik untuk ikut terjun berjualan nasi kucing. Angkringan ( kereta dorong) dipersiapkan, barang pecah belah di beli dan dagangannyapun di pesan pada tetangga yang memang memasok dagangan angkringan nasi kucing di seputaran Jepara dan Kudus.

Dagangan angkringan nasi kucing pak Muslikhun selain nasi kucing yaitu nasi yang di bungkus kecil-kecil dengan lauk beraneka ragam menurut selera , selain itu ada bermacam-macam gorengan dari bakwan , tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng  dan masih banyak lagi lainnya. Untuk minumannyapun komplit dari minuman ringan , Wedang kopi, wedang the , wedang jahe, wedang , wedang susu . Yang ingin hidangan dari Mie instant di angkringan ini juga ada tinggal pesan 15-20 menit hidangan siap di santap. Oleh karena itu selain selain pemancing yang menjadi langganan tetapnya ,warga desa sekitar yang ingin merasakan hidangan dimalam hari banyak yang datang ke angkringan ini . Sambil menikmati  wedang kopi hangat dan gorengan mereka juga ngorol ngalor ngiduluntuk menghilangkan kejenuhan di rumah.
“ Kalau saya sedang suntuk di rumah kami mampir ke angkringan nasi kucing bang Muslikhun ini sambil minum wedang teh dan gorengan , saya bisa melihat pemandangan jalan raya di sini pikiran jadi terang “, ujar Abdul Hamid tenaga hononer SD Kedungmutih 2 yang malam itu nyanggong di angkringan bang Muslikun.
Selain komplit hidangannya dari segi harga angkringan nasi kucing bang Muslikhun merakyat ,untuk semua jenis gorengan perbiji cuma Rp 500 , untuk jenis sate seperti sate kerang , sate keong, sate telur puyuh harga yang dipathok Rp 1.000,- - Rp 2.000,- . untuk nasi kucing tergantung lauknya harganyapun Rp 1.000 an..  Untuk jenis minuman harganyapun cukup murah meriah sehingga nyanggong dengan bekal Rp 5.000.— Rp 10.000,- pun bisa menikmati hidangan dengan santai dan nyaman . Oleh karena itu makin malam angkringan ini semakin ramai dengan datangnya para pelanggan , selain bangku bangku tikarpun digelar untuk tempat leyeh-leyeh pelanggan.

Ketika ditanya suka dukanya berjualan angkringan nasi kucing di malam hari Pak Muslikhun yang di desanya merupakan anggota BPD mengungkapkan, untuk sukanya ya jika kondisi pemancingan di jembatan baru desa Kedungmalang ini ramai sehingga para pemancing banyak yang belanja atau mampir di angkringannya. Dukanya ya ketika baru buka dagangan hujan deras datang dan tidak habis-habis , sehingga dagangan yang didasarkan tidak habis , sehingga keuntungan yang didapatkan juga sedikit. Namun antara suka dan dukanya banyak sukanya , sehingga profesi sebagai penjual nasi kucing ini tetap dijalani dengan istri yang setia menemaninya . Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hasilnya juga untuk menyekolahkan dua anaknya, satu duduk di SMP dan yang satunya masih SD  . Harapannya  ke depan komplek jembatan desa Kedungmalang ini semakin ramai sehingga dagangannyapun semakin laku dan juga makin besar pula . (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)


Selasa, 28 September 2010

P2PNFI Regional 1 Bandung Studi Banding Di Desa Kedungmutih Demak

Desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak hari Sabtu (25/9) ini mendapat kunjungan dari rombongan P2PFNI ( Puat Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal  )  Region 1 Bandung yang dipimpin oleh Bp. Jayeng Baskoro, MPd. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah melihat sejauh mana keberhasilan Hamdan Kepala Desa Kedungmutih yang mampu memotivasi seluruh warganya agar berperan serta dalam membangun desanya dari berbagai sector utamanya pendidikan. Dilihat dari publikasi yang ada Kepala Desa yang telah menjabat untuk yang kedua kalinya ini dapat dijadikan motivasi kepada yang lainnya agar mempu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Hamdan meskipun dari segi pendidikannya tidak begitu tinggi. Namun upayanya dalam melaksanakan program dan melayani public patut dibanggakan , sehingga dia mampu merubah wajah desa yang dahulu tertinggal menjadi desa yang sejajar dengan desa-desa lainnya,




“ Pertama kami kurang percaya jika pak Hamdan ini hanya tamatan Paket C setara SMTA , namun setelah melihat dari dekat kami baru percaya jika ada tokoh yang hanya berpendidikan Non Formal tetapi mampu menggerakkan warganya untuk ikut bersama membangun desanya . Nah inilah yang menjadi tujuan kami ke sini untuk sekedar berdialog dengan beliau apa kiat-kiat dan resepnya menjadi pimpinan desa yang berhasil “, ujar Ir. Jayeng Baskoro, M Pd dalam kata sambutan perkenalannya.

Dikatakan, rombongan dari P2PNFI Bandung ini terdiri dari berbagai profesi dan jabatan ada staf P2PNFI Bandung, Kepala SKB kabupaten, UPTD disdik, dan juga beberapa Kepala Desa (kuwu) dari beberapa desa di Jawa Barat. Dengan adanya studi banding ini diharapkan ada ilmu yang diperoleh dari desa Kedungmutih yang selanjutnya diterapkan di masing-masing daerah peserta studi banding, yang karakteristiknya hampir sama. Oleh karena itu semua peserta mengharapkan penjelasan yang terang dari nara sumber yaitu Kepala desa Kedungmutih melalui paparan yang singkat dan selanjutnya juga diadakan dialog atau tanya jawab agar lebih jelas.



Kepala Desa Kedungmutih Hamdan dalam paparan singkatnya mengemukakan , desa Kedungmutih adalah terletak di pantai sehingga karakter orangnya cukup keras dan agak kurang bisa dikendalikan karena pendidikannya yang minim. Namun semenjak dia menjabat menjadi Kepala Desa Kedungmutih tahun 1999 dalam hatinya bertekad akan mengubah warga desa yang pelosok ini menjadi desa yang maju dengan berbagai sarana dan prasarana. Berkat kerjasama yang baik antara segenap fihak utamanya lembaga seperti BPD, LKMD, RT, RW , Tokoh Ulama dan Masyarakat sedikit demi sedikit ada perubahan dari wajah desanya . Jalan-jalan yang dahulu belum dibetonisasi kini mulai dibeton dan dipaving, tempat ibadah mulai banyak yang direhab, gedung sekolahpun satu dua ada yang mendapat bantuan rehab , pasar desa yang dahulu kecil diperbesar , tempat penyimpanan air diperbaiki , sampai saluran tambakpun berhasil dikeruk sehingga mampu meningkatkan penghasilan warganya. Selain dana ADD dan Swadaya desa ,Hamdan selaku kepala desa dalam setiap kesempatan mengadakan
terobosan dalam rangka memperoleh proyek baik APBD II, APBD I maupun Dana APBN.



“ Itu semua kami lakukan agar warga kami terlayani dari berbagai sector , ekonomi , pendidikan , social dan yang lainnya . Adapun caranya dengan mengadakan pendekatan dengan para pejabat baik dari tingkat bawah sampai tingkat Atas , selain itu pula sering berkomunikasi dengan anggota Dewan itu salah satu kiat dalam rangka menggapai proyek-proyek dari atas “, ujar Hamdan yang pada tahun 2009 dan 2010 ini desa memperoleh proyek bernilai Milyaran rupiah dari pemerintah.
Keberhasilan yang dicapai satu tahun terakhir

A. KETRAMPILAN
1. Pengolahan hasil laut (Dendeng ikan, Petis udang dan trasi udang)
2. Pemintalan jaring ikan
3. Pengolahan Bandeng presto
4. Pengolahan Ikan asin
B. SARANA PRASARANA
1. Pembangunan Madrasah Aliyah Ribhul Ulum (Dana APBD Kab. Demak Rp. 270.000.000,- (Dua ratus tujuh puluh juta rupiah)
2. Pembangunan Embung Air (Dana APBD I Prop. Jateng Rp. 780.000.000,- (Tujuh ratus Delapan puluh juta rupiah)
3. Pasar Ikan (Dana Alokasi khusus (DAK) Rp. 600.000.000,-
4. Pembangunan gedung SDN I (Dana Alokasi khusus (DAK) Rp. 360.000.000,-
5. Jembatan menuju makam Desa (Dana APBD II Kab. Demak Rp. 600.000.000,-
6. Jalan, jembatan serta normalisasi saluran tambak (Dana APBN Rp. 800.000.000,-
7. Sumur Artetis serta sarana dan prasarana (Dana Alokasi Khusus Rp. 199.000.000,-
8. Pembangunan gedung PAUD (Dana APBD II Kab. Demak Rp. 75.000.000,-
9. Pembangunan gedung TK (Dana PNPM-Mandiri Perdesaan Rp. 109.000.000,-



Meskipun demikian menurut Hamdan yang menjabat lurah sudah dua periode ini , masih banyak lagi yang perlu dibenahi di desanya , utamanya sarana prasarana utamanya jalan desa yang dahulu di bangun dari Dana PPK pertama kali yaitu pada tahun 1999 kini sudah mulai rusak dan minta diperbaiki. Selain itu juga factor kebersihan dan juga penghijauan lingkungan yang harus selalu ditingkatkan utamanya membudayakan hidup bersih pada seluruh warga . Namun demikian dengan bantuan segenap fihak beberapa hal tersebut diatas akan segera ditangani agar kehidupan serta lingkungan desa lebih meningkat dari segi kebersihan dan juga penghijauannya.
Studi banding rombongan dari P2FNI Bandung di desa Kedungmutih ini juga diisi dengan dialog yang cukup menarik dengan tema seputar penyelenggaraan pemerintahan desa dan juga kiat-kiat kepala desa dalam menggerakkan warganya dalam pembangunan desa dan juga melayani public dengan berbagai fasilitas sarana prasarana yang diperoleh dari pemerintah. Antara peserta dan Narasumber terjalin suasa na diskusi yang cukup menarik dan saling mengisi , sehingga tema yang diangkat bisa lebih jelas dan dipahami oleh peserta. (FM)

Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)

Kamis, 23 September 2010

Merasakan Nikmatnya Lenthog Kudus Di Bunderan Pecangaan Jepara


Salah satu kuliner khas Kudus yang cukup digemari orang adalah lenthog , yaitu nasi lonthong yang dipadukan dengan sayur nangka muda dengan bumbu khas Kudus yang pedas membikin orang ketagihan. Oleh karena itu di tempat aslinya yaitu desa Tanjung makanan ini masih menjadi salah satu mata pencaharian karena pada hari Minggu atau libur , desa Tanjung ini didatangi warga luar yang ingin merasakan nikmatnya lonthong sayur ala Kudus ini. Selain itu banyak juga warga desa Tanjung yang membawa keahlian membuat masakan ini untuk di jual di daerah lain , sehingga warga selain Kudus dapat pula merasakan nikmatnya lenthog ini .
” Saya membuka usaha jualan lenthog Kudus ini sudah sekitar 4 tahunan , mengantikan usaha mertua yang sudah lanjut usia . Alhamdulillah warga Pecangaan Jepara ini suka akan masakan lenthog  ini sehingga jam delapan pagi dagangan saya sudah habis ”, aku seorang penjual lenthog Kudus yang mangkal di pertigaan Pecangaan Jepara .

Memang benar apa yang dikatakan si mbakyu penjual lenthog Kudus ini , saya pernah mencoba datang ke pertigaan Pecangaan sekitar jam 8 pagi , dagangan telah habis tinggal angkring dan si mbakyu yang sedang benah-benah untuk pulang. Oleh karena itu  ketika saya selesai mengantarkan putri masuk kembali ke MAN Insan Cendikia dari Jakarta dan tiba di Pecangaan pas Subuh tiba saya teringat akan penjual lenthog kudus yang mangkal di pertigaan Pecangaan. Sehabis sholat subuh dengan naik motor saya mencoba mendatangi pertigaan atau Bunderan Pecangaan , nah loh si mbakyu penjual lenthog  sudah mulai menggelar dagangannya . Akhirnya dengan kesabaran yang penuh saya dapat merasakan kembali kuliner khas ”Lenthog” Kudus yang dahulu pernah menjadi makanan favorit tatkala saya bersekolah di Kudus 22 tahun yang lalu,

” Kalau kesiangan sedikit saja , saya tidak bisa merasakan nikmatnya lenthog Kudus ini , oleh karena itu sehabis sholat subuh jika saya ingin makan lenthog ambil sepeda dan mangkal disini nunggu pedagangnya membuka lapak ”, tutur bapak-bapak yang mengaku langganan tetap si mbakyu pedagang lenthog Kudus ini.
Memang makan lenthog Kudus sehabis shalat subuh sungguh nikmatnya , selain perut masih kosong lontong dengan beras pulen dan juga kuah sayur nangka muda disertai dengan tahu dan juga satu dua lombok beserta bumbunya yang khas membuat lidah terus bergoyang. Apalagi ditambah dengan teh Nasgitelnya ( panas legi dan kental ) sungguh sangat nikmat , tidak terasa dua porsi lenthog Kudus lenyap tinggal piringnya . Merasakan nikmatnya lenthog Kudus ala pertigaan Pecangaan ini membuat saya teringat anak dan istri di rumah , akhirnya sayapun memesan tiga porsi lagi dibungkus buat yang dirumah biar merasakan juga lidahnya bergoyang merasakan nikmatnya lenthog Kudus yang sudah terkenal sejak dahulu.

Makan sudah , bungkusan untuk yang dirumah juga selesai dibuatkan oleh si mbakyu penjual yang ramah ini. Nah giliran waktunya untuk membayar lima porsi lenthog ditambah dengan segelas teh manis berapa semuanya mbak tanyaku ? Rp 11.000,- rupiah saja mas katanya , wow merakyat amat harganya pikirku , pantasan sebelum jam delapan 100- 150 porsi lenthog si mbakyu ini sudah laris manis tanjung kimpul . Lalu berapa dong satu porsi lenthog Kudus ini ? ya cuma Rp 2.000,- saja , bagi yang doyan makan paling 3 porsi sudah cukup atau 4 lah ditambah dengan satu gelas teh uang yang dikeluarkan cuma 10.000 saja . Bagaimana murah khan ?
Nah bagi pembaca khususnya yang tinggal di seputaran kecamatan Pecangaan atau yang kebetulan singgah di kota karung goni ini tidak ada salahnya jika mampir di lapak mbakyu penjual lenthog Kudus ini . Tempatnya cukup mudah selain ada banner besar dengan gambar si mbakyu ayu penjual lenthog Kudus ini , juga persis disebelah kanan bunderan Pecangaan yang merupakan mascotnya kota Pecangaan. Namun jangan lupa ya jam jualan si mbakyu ini sekitar jam setengah enom sampai jam delapan pagi , oleh karena itu jika penasaran dan ingin sekali merasakan kuliner khas Kudus ini harus bangun pagi-pagi betul sambil jalan-jalan atau lari pagi setelah itu mampir ke lapak lenthog Kudus ini. Tapi pesan saya setelah anda makan sampai kenyang jangan lupa yang dirumah tolong dibungkuskan juga lenthog Kudus ini untuk yang dirumah biar juga merasakan nikmatnya lenthog Tanjung Kudus ini. (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)


Jumat, 17 September 2010

Slametan Ketupat Lepet Di Hari Badha Kupat

Ada satu tradisi lagi yang diuri-uri kelestariyan oleh masyarakat pesisir di Jepara dan Demak yang berkaitan dengan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri yang dikenal sebagai Badha kupat. Di hari badha kupat ini seluruh warga desa membuat hidangan khas berupa ketupat dan lepet yang telah mentradisi puluhan tahun yang lalu. Ketupat adalah hidangan nasi yang dimasukkan dalam wadah khas yang terbuat dari daun kelapa ( janur ) sedangkan Lepet adalah hidangan yang terbuat dari ketan yang dicampur dengan garam dan parutan kelapa dimasukkan dalam wadah daun kelapa jika dirasakan rasanya cukup lezat. Kupat dan lepet ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan merupakan hidangan khas badha kupat yang pasti tersaji di rumah-rumah warga. Oleh karena itu sebelum hari badha kupat di pasar-pasar tradisional penjual menggelar dagangan berupa daun kelapa, kelapa, tali bambu ,sampai dengan beras ketan dan garam.



“ Dari saya masih kecil sampai dengan mempunyai cucu sekarang , tradisi selamatan kupat dan lepet selalu ada di musholla ini . Oleh karena itu habis subuhan warga kembali ke rumah masing-masing untuk mengambil kupat lepet yang akan dido’akan bersama-sama setelah itu baru dimakan bersama-sama pula . Agar meriah warga membawa anak-anak sehingga musholla menjadi ramai “, ujar Jambari (55) jamaah musholla “ Baitul Muttaqin” desa Kedungmutih Wedung Demak.

Menurut Jambari tradisi badha kupat di daerah pesisir merupakan hal yang lazim dilakukan , selain selamatan di masjid dan musholla juga ada tradisi saling memberi antara warga satu dengan yang lain yang disebut wewehan . Tetangga satu mengantar kupat dan lepet kepada tetangga yang lain, begitu sebaliknya sehingga dalam badha kupat semua warga bisa merasakan lezatnya kupat beserta lauknya dan juga lepet yang terbuat dari beras ketan. Jaman dahulu jika badha kupat tiba setiap rumah diatas pintunya diberi ketupat dan lepet matang , hal itu sebagai perwujudan rasa syukur kepada yang maha kuasa. Namun sekarang tradisi memasang kupat dan lepet diatas pintu sudah jarang dilakukan jika ada itupun satu dua rumah dan kupat ataupun lepetnya juga hanya wadahnya saja.

Pesiar Ke pantai Dan Laut

Selain selamatan ketupat dan lepet , ada juga tradisi yang lazim dilakukan oleh warga pesisir untuk merayakan badha kupat yaitu pesiar ke pantai atau ketengah laut yang umum disebut lomban. Untuk kabupaten Jepara sepanjang pantai yang berawal dari Kedungmalang sampai dengan pantai Keling jika badha kupat tiba ramai dengan datangnya para pengunjung dari segala penjuru Jepara dam kota-kota lainnya. Mereka datang berombongan dengan membawa mobil atau naik sepeda motor sehingga jika badha kupat tiba pantai penuh sesak dengan manusia , seperti dipantai Tirto Samudra Bandengan Jepara dan juga pantai Kartini Jepara.

Khusus di pantai Kartini Jepara , Pemerintah daerah Jepara mengemas tradisi badha kupat ini sebagai pesta lomban yang prosesinya penyerahan sesaji dari Nelayan Jepara kepada Bupati Jepara , yang kemudian dibawa ke tengah laut untuk dilarung dan dido’akan bersama-sama. Setelah pelarungan sesaji rombongan menuju ke pantai Kartini sebagai pusat keramaian lomban yang menyajikan berbagai pentas seni dan hiburan. Untuk tahun 2010 ini pesta lomban jatuh pada hari Sabtu besok tanggal 18 September 2010 . Bagi yang ingin melihat serunya pesta lomban dengan naik perahu berpesiar ke laut jepara bisa datang ke pantai kartini Jepara.

Untuk kabupaten Demak tradisi pesta lomban juga digelar setiap tahunnya, dan pantai yang menjadi pusat prosesinya adalah pantai Moro Demak yang jaman dahulu diyakini sebagai pelabuhan Demak dahulu ketika kerajaan Demak masih Berjaya. Selain Demak dan Jepara tradisi badha kupat ini mungkin juga dirayakan oleh warga yang tinggal dipesisir khususnya pulau Jawa , bahkan luar Jawapun mempunyai tradisi yang sama. (FM)

Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)

Kamis, 16 September 2010

Anggota RAPI Jepara , Bantu Posko Lebaran


 
Pasar Pecangaan Jepara siang kemarin (15/9) tampak padat sekali lalu lintasnya , selain pengguna jalan raya yang menuju kota Jepara dan dari Jepara tidak seperti biasanya . Pengguna jalan didominasi oleh pengendara sepeda motor , selain itu jalan itupun tersendat karena banyaknya pengguna jalan yang berhenti ataupun keluar masuk pasar. Maklum pasar baru dibuka setelah para pedagang libur untuk merayakan hari raya idul fitri, sehingga siang itu pasar cukup ramai . Apalagi dengan adanya pedagang musiman yang menyediakan janur, wadah ketupat dan juga kelapa sebagai ubo rampe untuk merayakan hari raya kupatan. Meskipun begitu kondisi lalu lintas di depan pasar Pecangaan selalu terpantau lancar karena di depan pasar bagian barat berdiri posko lebaran yang selalu memantau perkembangan lalu lintas di pasar ini. Jika kebetulan lalu lintas padat merayap petugaspun keluar membantu pengguna jalan baik yang hendak menyebarang , lewat atau parkir .
 
“ Ya beberapa hari memantau di posko ini kelihatannya lancar-lancar saja , tidak ada kecelakaan yang menonjol , ya paling lalu lintas padat pada jam-jam sibuk seperti inikarena warga banyak yang ke pasar . Dan nanti sore juga padat kembali karena mereka kembali dari bersilaturahmi ataupun mengunjungi tempat wisata “, ujar Suparjo Ricky anggota RAPI ( Radio Antar Penduduk  Indonesia) Jepara yang ikut  dalam Tim Posko pengamanan lebaran di Pos depan Pasar Pecangaan.
Menurut Suparjo Ricky yang telah 24 tahun menjadi anggota RAPI  , setiap tahunnya RAPI Jepara selalu berperan aktif dalam rangka ikut mengamankan jalur lalu lintas di Jepara menjelang dan setelah lebaran . Untuk tahun ini anggotanya tersebar dalam 7 pos di wilayah Jepara mulai dari Welahan, Kalinyamatan ,Kota Jepara sampai dengan Keling yaitu wilayah Jepara berbatasan dengan kabupaten Pati. Dalam satu pos anggotanya yang piket terbagi 2 shif mulai jam 8 pagi sampai dengan jam 8 malam setiap shif 2 anggota yang terus bergiliran sehingga satu pos bertugas 4 orang . Oleh karena itu RAPI Jepara yang saat ini beranggotakan sekitar 50 orang , bisa dikatakan semua angotanya terlibat dalam posko pengamanan lebaran tahun ini.  Selain kegiatan pengamanan jalur lalu lintas ,  kegiatan lainnya adalah dalam rangka memeriahkan pesta lomban 2010 di pantai Kartini Jepara yang ditandai dengan pelarungan sesaji dan juga kepala kerbau oleh Bupati Jepara.
 
“ Meskipun hari raya kupatan jatuh pada hari Jum’at karena seminggu setelah lebaran Idul Fitri , namun untuk prosesi upacara pesta lomban 2010 dijatuhkan pada hari Sabtu tanggal 18 September besok. Dalam momen itupun anggota kamipun ada yang merapat disana ikut serta dalam pengamanan kegiatan tersebut “ ujar Suparjo Ricky yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai guru  di SD Ujung pandan Jepara.
Ketika ditanya suka dan dukanya sebagai anggota RAPI , Suparjo yang mempunyai panggilan udara ZL11EAB mengatakan banyak sukanya daripada dukanya . Dengan menjadi anggota RAPI dia banyak berinteraksi dengan orang seperti halnya dalam posko pengamanan  lalu lintas lebaran ini , selain dirinya dalam pos ini banyak unsur yang mendukung misalnya dari Polisi, Tentara, Dinas kesehatan, DLLAJR semua bekerjasama. Dengan menjadi anggota RAPI juga dapat membantu sesama dalam rangka penanggulangan bencana seperti banjir, kebakaran dan kecelakaan lalu lintas , karena informasi sangat penting itulah maka anggota RAPI berperan aktif dalam setiap kegiatan. Kesenangan lainnya , adalah jika ada acara yang  diselenggarakan sesama organisasi dari daerah lain , misalnya dia pernah berkunjung sampai ke Cilacap , Solo , dan daerah lain untuk memenuhi undangan rekan-rekan seorganisasinya.
 
Sementara itu para pedagang yang diminta komentarnya mengenai keberadaan pos pengamanan lebaran di depan pasar Pecangaan, menyampaikan terima kasihnya karena dengan adanya pos pengamanan ini lalu lintas menjadi lancar juga kondisi pasar lebih aman. Dengan adanya petugas yang selalu stand by ditempat 24 jam pengguna jalan menjadi tertib dalam berkendara , selain itu para pedagang yang keluar masuk pasar juga aman dan nyaman. Apalagi ketika pagi hari tiba kondisi pasar sebagian ada yang tumpah di jalan, jika tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas akan menjadi kemacetan yang mengganggu kenyamanan dalam berkendara.
“ Seperti kemarin ada pencopet yang tertangkap tangan langsung ditangani oleh petugas dan secepatnya dibawa ke kantor Polisi sehingga tidak sempat dihakimi massa , bila tidak ada petugas bisa-bisa pencopet itu menjadi bulan-bulanan massa “, cerita seorang pedagang gempol yang mangkal pas didepan pos . (FM) 
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)



Rabu, 15 September 2010

Halal Bihalal Bani Muhtar Amin Di Semarang Meriah

Setahun sekali keluarga besar Bani Muhtar Amin Mutih Kulon Demak menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang telah menjadi rutinitas sebagai penyambung tali silaturahim yang diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Adapun penyelenggaraannya diatur secara bergiliran agar mereka itu bisa saling mengenal baik itu face to face dan juga mengetahui dimana mereka itu tinggal , sehingga diharapkan mereka itu bisa saling kunjung mengunjungi tidak hanya waktu halal bihalal saja . Namun lebih jauh mereka diharapkan dapat terus berkomunikasi tanpa memandang waktu dan tempat , misalnya jika mereka mempunyai hajat ataupun kegiatan lain mereka selalu bersama.
” Itu harapan kami agar semua anggota Bani Muhtar Amin senantiasa bersatu padu saling kunjung mengunjungi dan juga saling bantu membantu satu dengan yang lain. Hakekatnya dahulu mereka adalah satu karena satu bapak dan satu ibu , meskipun saat ini mereka menjadi banyak namun hati mereka tetap satu . Itulah yang kami harapkan agar mereka ini selalu dapat rukun saling mengasihi satu dengan yang lainnya ”ujar H. Muqofin Muhtar , LC M Ag sesepuh paguyuban keluarga besar Bani Muhtar Amin di sela-sela pertemuan keluarga yang diselenggarakan di Semarang belum lama ini.



Dikatakan , Muhtar Amin berasal dari Mutih Kulon Demak namun karena perkembangan anak cucunya telah menyebar kemana-mana , ada yang di Jepara , Jakarta, Semarang , Medan , sampai dengan Kalimantan . Meskipun mereka berjauhan namun mereka semua diharapkan tetap saling berkomunikasi
Dan saling kenal mengenal satu dengan yang lain . Dengan acara halal bihalal inilah mereka disatukan kembali setelah mereka setahun bercerai berai , begitu juga sehabis pertemuan ini merekapun akan kembali dengan kesibukannya masing-masing. Kalaupun mereka dapat berkomunikasi paling lewat HP ataupun FB . Oleh karena itu tahun depan merakapun diharapkan bisa kumpul lagi dengan tempat yang berbeda sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

” Agar mereka saling mengenal tempat tinggalnya kami buat secara bergiliran , mulai dari yang tua sampai dengan yang termuda, alhamdulillah saat ini telah berlangsung satu putaran dan untuk tahun depan akan dilaksanakan di Pecangaan Jepara ” tambahnya.



Sementara itu As’adi putra ibu Istiyah dan Alm. Bapak Sakhowi selaku tuan rumah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran seluruh putra ,cucu dan buyut dari mbah Muhtar Amin yang dihitung lebih dari 100 orang. Fihaknya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas penyambutan yang telah dilakukan oleh keluarganya. Selain itu pula keluarga memohon do’a restu atas dikhitankannya Islahul Bilad Wicaksono putra keduanya , semoga cepat sembuh dan kelak akan menjadi putra yang selalu berbakti ke pada kedua orang tua dan berguna bagi agama , nusa dan bangsa. Dengan kedatangan seluruh anggota Bani Muhtar menjadi kegembiraan baginya dan keluarga setelah setahun tidak bertemu dan bertegur sapa secara langsung.
” Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya , dan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala sesuatu yang kurang berkenan di hati saudara-saudara ” pinta As’adi yang dikenal ramah ini.
Puncak dari acara halal bihalal keluarga besar bani Muhtar ini adalah dengan acara musyafahah atau bersalam-salaman sebagai bentuk permohonan maaf yang tulus pada semua anggota keluarga , dari yang tua sampai dengan yang muda. Selain itu pula juga dilakukan makan bersama-sama sebagai wujud kebersamaan yang selalu harus dijalankan selamanya . (FM)

Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com

Senin, 13 September 2010

Malam Takbiran Kedungmalang Jepara , Layak dikembangkan Sebagai Event Wisata Pesisir


Malam hari raya idul fitri bagi  warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung  kabupaten Jepara adalah waktu yang ditunggu-tunggu ,karena pada malam itu ada tradisi arak-arakan takbir keliling dengan menampilkan bermacam-macam mascot.  Mascot yang melambangkan kegotongroyongan jamaah musholla setiap tahun selalu berganti-ganti dan disajikan dalam ukuran besar. Tahun ini ada bentuk kepiting, kalajengking, belalang, pesawat tempur, naga dan upin ipin.

 

Arak-arakan yang diberangkatkan dari musholla dengan kawalan sejumlah jamaah musholla berjalan menuju tempat awalan arak-arakan dengan mengumandangkan takbir yang dipimpin satu orang dan diikuti secara bersama-sama. Setelah semua berkumpul maka dimulailah arak-arakan takbir keliling menuju ke pundhen ( makam syeh Maulana Maghribi) yang diyakini sebagai cikal bakal dan juga pembawa ajaran agama islam di desa ini. Dalam perjalanan menuju makam selain terus mengumandangkan takbir secara bersahut-sahutan , para pengiring anak-anak remaja mempunyai kesibukan sendiri dengan menyalakan petasan dan kembang api. Oleh karena itu arak-arakan takbir keliling ini cukup indah jika dilihat dari kejauhan.


Kedatangan arak-arakan disambut meriah oleh segenap warga dengan wajah penuh suka cita , meskipun suasana kadang cukup mencekam karena satu dua remaja ada yang menyalakan petasan dengan ukuran besar sehingga suara yang ditimbulkan cukup mengagetkan. Selain itu pula ada yang menyalakan kembang api yang telah dipersiapkan dari rumah  untuk membuat lebih meriahnya suasana malam takbir men yambut hari raya Idul fitri. Selain orang dewasa anak-anakpun dengan sabar menanti arak-arakan dengan terus menyalakan kembang api dan juga petasan yang telah dibelinya pagi hari sebelumnya.

Arak-arakan yang menjadi tradisi warga desa pesisir Jepara ini jika dikemas dengan rapi akan menjadi event pariwisata yang mampu menyedot perhatian khalayak, namun sayang pemerintahan desa khususnya belum memanfaatkan potensi ini. Untuk tahun depan diharapkan moment keramaian dalam rangka menyambut hari raya idul fitri dapat dilaksanakan secara meriah lagi , selain itu diharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah Jepara memasukkannya sebagai event pariwisata tradisi seperti halnya Pesta Baratan di Kalinyamatan dan juga Pesta Obor di desa Tegal Sambi. 



Potensi malam takbiran dengan arak-arakan berbagai macam mascot yang setiap tahun selalu berganti-ganti dan menggerakkan massa yang cukup banyak dan selalu menjadi perhatian khalayak tidak hanya warga desa sendiri namunjuga warga desa sekitarnya  cukup layak dikembangkan menjadi event wisata pesisir.  Oleh karena itu diperlukan kepedulian segenap fihak untuk merealisasikan hal ini agar kelak menjadi event tahunan yang selalu dinanti-nantikan tidak hanya warga desa Kedungmalang saja namun juga masyarakat Jepara.
         
(FM)
Fatkhul Muin    
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com







Jumat, 10 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H



Kami pengelola Blog " Pusat Informasi Masyarakat Pesisir"
Dengan segenap tulus hati menyampaikan permohonan maaf yang sangat dalam kepada seluruh pembaca dimana saya berada apabila ada postingan yang kurang berkenan di hati para pembaca
Terima kasih
FATKHUL MUIN
Dengan Keluarga

Rabu, 08 September 2010

Meriahnya Takbir Keliling Sambut Hari Raya Di Pesisir Jepara


Hari raya Idul Fitri bagi umat Islam dimanapun mereka berada adalah hari yang cukup istimewa sehingga kedatangannya disambut dengan kemeriahan dimana-mana, digang-gang sempit, rumah reot sampai dengan rumah mewah menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Tidak ketinggalan pula kemeriahan yang dilakukan oleh warga pesisir Jepara dan Demak ini , sehingga meskipun hari raya kurang satu minggu merekapun mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari yang mulia itu. Seperti halnya warga desa Kedungmalang kecamatan Kedung  kabupaten Jepara ini , setiap malam hari raya seluruh warga menyambutnya dengan takbiran keliling kampung dengan mengarak mascot musholla dengan berbagai bentuk yang setiap tahunnya selalu berganti-ganti. Mascot yang mereka rak biasanya maket masjid , kapal laut , kapal terbang sampai dengan berbagai macam hewan seperti Buroq, ikan, udang sampai dengan kalajengking.
 




” Ya ini memang tradisi warga sini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri dengan membuat mascot yang diarak keliling kampung, setiap musholla membuat satu yang kemudian diarak seluruh jamaah . Tahun ini kalau tidak salah ada 7 mascot yang diarak keliling kampung mengiringi takbiran  ”,cerita Ahmad Seger (50) warga desa Kedungmalang .



Ahmad Seger mengatakan , biaya dari pembuatan mascot yang diarak keliling kampung ini hasil swadaya masyarakat yang dikumpulkan oleh para pemuda musholla , selanjutnya merekapun membeli bahan-bahan yang kemudian dirangkai menjadi berbagai macam bentuk tergantung hasil keputusan rapat bersama. Setelah jadi mascot tersebut di letakkan diatas kereta dorong dengan diberi lampu penerangan berwarna-warni yang dihidupkan lewat genset , tidak lupa pula diberi pengeras suara yang akan digunakan untuk takbir keliling kampung. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat mascot bervariasi antara Rp 750.000,- - Rp 1.000.000,- tergantung dari besar kecilnya dan bahan yang digunakan. Meskipun menghabiskan biaya yang cukup besar namun mereka menganggap hal tersebut tidak memberatkan , karena hal itu telah ada semenjak mereka masih kecil, dan jaman dahulu sebelum jalan diaspal seperti sekarang mascot tersebut  dipikul dengan tenaga manusia.
” Semenjak saya masih kecil tradisi arak-arakan memeriahkan takbir keliling sudah ada , selain bertakbir keliling kampung saya dan teman-teman juga membunyikan petasan dan menyulut kembang api sehingga keramaiannya makin bertambah seru . Sekarang tradisi menyulut kembang api dan petasan ketika takbir keliling masih diteruskan oleh anak-anak sini ”, kenang  Edwin warga desa Kedungmalang menambahkan.

Dengan adanya tradisi takbir keliling mengarak berbagai mascot  dari masing-masing musholla di desa Kedungmalang ini membuat keramaian tersendiri menjelang malam hari raya , para pemuda siang sampai sore harinya membuat dan menata mascot agar malam nantinya siap diarak keliling kampung . Selain memberinya lampu warna-warni , juga peralatan soundsytem yang  bagus sehingga ketika diarak selain berkelap kelip jika dilihat ,suara yang ditimbulkan juga cukup keras . Untuk anak-anak pagi harinya ke pasar-pasar terdekat sambil membawa bekal uang untuk membeli petasan dan kembang api bedrbagai jenis , ada kembang api yang  bisa berbunyi, air mancur dan juga kembang api yang bisa meluncur ke atas bak pesawat roket.



Sehabis shalat Isya’ sekitar jam delapan malam dari tiap-tiap musholla pun mulai mengarak mascot menuju ke pesareyan auliya’ Syeh Maulana Mahgribi yang merupakan penyebar agama Islam waktu dulu . Setelah semua berkumpul barulah diadakan do’a bersama memohon kepada Allah SWT agar seluruh warga desa Kedungmalang diberi keselamatan dan rejeki yang melimpah yang diamini seluruh warga desa. Selesai berdo’a bersama barulah mascot-mascot itu bergerak keliling kampung sambil mengumandangkan takbir yang bersahut-sahutan , diselingi dengan dentuman petasan dan juga kilatan cahaya kembang api . Jika dilihat dari jauh arak-arakan takbir keliling sungguh sangat indahnya , oleh karena itu ketika rombongan mendekati rumah warga , maka semua warga menyambutnya di depan rumah dengan suka citanya . Bahkan jika anak-anak mereka sudah tidur maka merekapun dibangunkan untuk melihat indah dan ramainya arak-arakan takbir keliling kampung. (FM)

 Fatkhul Muin   
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com
                                       

Senin, 06 September 2010

Melihat Distro ”Maestro” Pasar Kliwon Kudus Barangnya Komplit


Sebenarnya sifat wiraswasta bisa tumbuh dimana-mana dan juga bisa dilakukan oleh siapa saja , sehingga ada yang mengatakan sifat wirawasta adalah warisan dari orang tua itu tidaklah selamanya benar. Seperti halnya Agung Kurniawan (20) warga kelurahan Purwosari Kudus ini , meskipun orang tuanya adalah PNS namun dia mencoba mematahkan anggapan orang dengan membuka usaha Distro yaitu penjualan pakaian jadi yang dikhususkan pada anak-anak abege yang saat ini usaha tersebut sedang ngetrend dimana-mana. Dengan modal pinjaman dari orang tuanya ia membeli satu los di Pasar Kliwon di Lantai 2 Blok 17 - 18  yang merupakan los penjualan pakaian jadi untuk anak-anak muda. Ada berbagai macam kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan gaya , celana panjang jeans, celana ¾ dan juga jaket berbagai macam jenis . Karena mengkhususkan diri menyediakan pakaian untuk kawula muda utamanya cowok maka di losnya yang berukuran 2,5  X  3 meter ini cukup ramai dengan pengunjung yang membeli berbagai macam jenis pakaian untuk di pakai sendiri atau dijual lagi ketemat lain.




” Kebanyakan yang membeli di tempat saya ini adalah para bakul yang mempunyai counter atau kios ditempat lain sehingga satu kali belanja rata-rata minimal 1 juta rupiah , oleh karena itu sayapun ambil keuntungannya relatif kecil karena mereka membeli lebih banyak. Namun demikian saya tidak menolak jika ada yang membeli eceran namun untuk harganya lebih mahal sedikit , meskipun begitu harga yang saya tawarkan masih jauh dibawah harga umumnya ”, ujar Agung yang mempunyai nama Distro ” Maestro ” yang dibuka baru beberapa bulan yang lalu.

Menurut Agung , dagangannya yang mendominasi adalah kaos ( T shirt ) dengan berbagai model dan corak gambar yang kebanyakan terbaru dari segi gambar atau warnanya , sehingga jika melihat barang ini anak muda pasti tertarik. Oleh karena itu dalam membeli barang tersebut fihaknya selalu selektif dalam segi jumlah dan model, sehingga dia cenderung membeli banyak dari segi model bukan dari segi jumlahnya. Mengingat anak-anak muda tertarik hal- hal yang baru , dan setiap waktu model itu terus berganti tergantung selera. Dari segi harga dia menjual barang paling murah Rp 12.500,- setiap potongnya, selain itu masih ada yang 15.000,- , 20.000,- sampai yang paling mahal Rp 40.000,- setiap satu lembarnya. Untuk celana jeans dan juga ¾ barangnya juga komplit dengan pilihan harga dan juga ukuran yang cocok untuk anak muda , untuk harganyapun bervariasi tergantung model dan ukuran. Dia menjamin barang-barang yang dijualnya ditanggung model terbaru , karena setiap ada barang baru pasti dia mengambil lebih dulu.
” Saya maksimal dua minggu sekali ambil barang di Jakarta Om  bahkan jika sedang ramai bisa sekali seminggunya dan yang berangkat saya sendiri karena saya bisa langsung memilih barang yang bagus dan terbaru , karena jika mengandalkan sales disini saja barang-barang  kita jarang lakunya karena ketinggalan model. Seminggu saja model baru yang keluar udah puluhan dan inilah yang menjadi incaran anak-anak muda biar harga sedikit  lebih mahal namun mereka tetap mau mebelinya”, ujar Agung lagi sambil melayani pelanggannya.
 

Oleh karena itu siapapun yang  mempunyai usaha Distro atau ingin membuka usaha yang sama dimanapun berada  dia sanggup bekerja sama dengan menyediakan berbagai macam barang dengan harga yang bersaing dan juga model-model yang baru. Untuk yang berada di seputaran Kudus dan sekitarnya bisa langsung datang ke counternya ” Maestro ” di Pasar Kliwon lantai Atas blok A No: 17-18 kawasan pakaian anak muda. Untuk yang diluar kota Kudus fihaknya menyediakan barang dengan cara memesan barang terlebih dahulu , kemudian barang dikirim dan pembayarannya bisa lewat transfer Bank seperti yang banyak dilakukannya untuk menyuplai barang ke luar Jawa. Menurutnya usaha Distro ini cukup prospektif utamanya untuk anak muda seperti dirinya dan juga teman-temanya yang lain , oleh karena itu bagi anak muda ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan jika tidak usaha peluang ini akan dimanfaatkan orang lain.

” Ya siapapun yang ingin membuka usaha distro atau telah mempunyai ingin barang bagus bisa kontak dengan saya , siapa tahu dengan kerjasama dengan saya usaha distronya lebih maju , karena barang-barang kami termasuk terbaru dan juga komplit jenisnya ” tambah Agung lagi sambil memberikan nomor HP yang bisa dihubungi untuk kerja sama Distro ini yaitu 085641332448.



Sementara itu Saefudin salah seorang pembeli yang mengaku membuka usaha Distro di Juana Pati mengaku sebulan dua kali belanja di Pasar Kliwon Kudus untuk kulakan barang dan salah satu los yang menjadi langganannya adalah ” Maestro ” . Menurutnya barang di Maestro ini cukup komplit dan harganyapun agak miring dengan yang lainnya selisihnya antara Rp 1.000,- - Rp 2.000,- setiap potongnya oleh karena itu jika dia kulakan di pasar Kliwon ini ia pertama datang ke Maestro dulu , setelah itu baru ketempat lainnya. Mengenai usaha Distro yang sedang marak di berbagai tempat , cukup lumayan hasilnya karena pakaian adalah kebutuhan utama anak-anak muda untuk bergaya sehingga setiap waktu pasti akan berganti model dan gaya inilah peluang yang harus dimanfaatkan . Selain itu pasokan barangpun cukup mudah karena di Pasar Kliwon Kudus ini semua jenis barang ada , oleh karena itu daripada nganggur tidak ada kerjaan lebih baik buka usaha Distro.

”  Saya baru beberapa bulan buka usaha Distro patungan dengan teman diu dekat Pasar Juana, hasilnya cukup lumayan meskipun tidak saya tunggui sendiri dan bayar pegawai namun setiap bulannya masih ada keuntungan setelah dipotong untuk gaji pegawai dan sewa tempat ”, akunya sambil memilih berbagai jenis T shirt. (FM)

Fatkhul Muin    
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com


                                        


Sabtu, 04 September 2010

Kembang Api Dan Petasan Tradisi Di Hari Lebaran

H-7 menjelang hari raya iedul fitri nuansa lebaran mulai terasa di beberapa desa disekitar pesisir Demak dan Jepara , selain warga desa mulai mempersiapkan diri dengan membenahi rumah , membuat panganan anak-anakpun tak kalah serunya dengan mempersiapkan kembang api dan petasan. Oleh karena itu di sejumlah pasar tradisonal dan juga tempat keramaian lainnya terlihat pedagang kembang api dan petasan menggelar daganganya untuk mendapatkan keuntungan di moment hari lebaran ini. Kembang api yang dijajakan beraneka ragam dari kembang api sederhana sampai dengan yang dapat bersuara dan meledak diudara seperti halnya kembang api di keramaian ibu kota. Untuk petasan yang dijajakan saat ini adalah petasan jenis cabe rawit ( kecil-kecil ) yang suara tidak begitu keras dan cukup aman bagi anak-anak.



“ Untuk petasan jenis besar sudah beberapa tahun ini saya tidak berjualan , selain membahayakan juga larangan kami takut digaruk polisi. Yang saya jual ini adalah kembang api dan petasan yang dijual dimana-mana kalau tidak salah produk dari China . Jika terdengar suara petasan besar dikampung-kampung itu biasanya mereka membuat sendiri dengan meramu bahan pembuat petasan sendiri “ ujar salah seorang penjual kembang api di pasar desa Karangaji kecamatan Kedung kabupaten Jepara belum lama ini.
Dikatakan , penjualan kembang api dan petasan mulai ramai 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri hal iti disebabkan anak-anak mulai menerima angpao dari saudara-saudaranya yang pulang kampong dari merantau. Selain itu kebutuhan orangtua mereka akan persiapan lebaran seperti membeli pakaian baru ,beli beras untuk zakat dan juga panganan untuk hari lebaran sudah terpenuhi .Sehingga jika ada kelebihan rizeki biasanya untuk menyenangkan anak sekaligus memeriahkan hari raya dengan menyulut kembang api dan membunyikan petasan. Oleh karena itu sebelum hari raya tiba mereka berbondong-bondong menuju pasar tradisioanal di desa maupun dikota dengan berbelanja kembang api dan petasan . Kembang api atau petasan biasa dibunyikan ketika malam menjelang hari raya dengan menggelar takbir keliling kampung , mengarak maket masjid , burok dan lainnya dan disela-sela arak-arakan tersebut terlihat kilatan cahaya kembang api dan serunya suara petasan.



“ Wah lebaran tanpa kembang api dan petasan rasanya garing , oleh karenanya sebelum hari raya tiba anak-anak disini sudah menyimpan kembang api dan petasan untuk persiapan malam takbir. Dahulu sebelum ada larangan petasan warga disini banyak yang membuat petasan besar-besar sehingga suaranya bisa terdengar dari jauh biasanya dibunyikan menjelang buka puasa dan imsak .Namun sekarang tradisi itu berganti dengan membunyikan sirine lewat pengeras suara di masjid- masjid “,ujar Mashuri tukang ojek yang mangkal di pasar baru desa Kedungmutih Wedung Demak.
Memang hari raya tanpa kembang api rasanya garing ,sehingga momen ini dimanfaatkan oleh sebagian pedangang untuk menangguk keuntungan menjelang hari raya itu ,sehingga merekapun menjual berbagai jenis kembang api dari yang biasa sampai yang mewah jika dilihat . Harganyapun bervariasi dari yang hanya 5 ribuan sampai dengan 100 ribuan yang mereka tata rapi sehingga enak dilihat . Selain itu pula mereka juga menjual petasan yang bisa berbunyi di darat maupun di udara , harganyapun bervariasi dari 10 ribuan perpaknya sampai dengan 50 ribu perpaknya tergantung dari jenis petasan.

 

Menurut beberapa pedagang yang ditemui puncak pembelian kembang api maupun petasan ini terjadi mulai H-7 sebelum hari raya sampai dengan H-1 ,biasanya jika ramai H-1 semua dagangannya habis . Namun jika pada hari raya kembang api dan petasan belum habis maka pada H+7 setelah hari raya masih ada keramian lagi yaitu Badha kupat yang juga dimeriahkan oleh warga pesisir dengan pesta Kupat dan lepet yang juga disertai dengan pesta kembang api dan petasan. Memang hari raya tanpa keramaian kembang api dan suara petasan kelihatan kurang meriah , oleh karenanya meskipun petasan merupakan larangan nyatanya di setiap hari raya atau lebaran masih banyak orang yang membunyikannya. (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)

Kamis, 02 September 2010

Bulan Puasa Transaksi Gadai Emas Lancar


Pada bulan puasa ini transaksi gadai emas di sejumlah lembaga keuangan dan toko emas berjalan cukup lancar , selain banyak yang menitipkan barangnya untuk memperoleh sejumlah uang juga pengambilan barang setiap harinya juga ramai.Keramaian ini akan memuncak ketika H-7 menjelang hari raya , sehingga beberapa toko emas menyediakan anggota pemgamanan khusus agar transaksi berjalan aman ,lancar dan tertib. Begitu juga yang terjadi di KSU “Margi Rahayu” yang berkantor di Pasar baru Desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak ini pada bulan puasa ini juga mengalami lonjakan pengunjung baik yang menitipkan barangnya ataupun mengambil barang.
“ Memang jika bulan puasa tiba transaksi gadai ataupun penitipan emas di sini mengalami lonjakan baik dari segi jumlah dan nilai uangnya , untuk yang menitipkan barang biasanya uang untuk kebutuhan menjelang Hari Raya . Yang mengambil barang biasanya perhiasannya dipakai untuk memeriahkan Hari raya biar bisa tampil beda “. Ujar Hamidah Badawi (30 ) kasir  KSU “ Margi Rahayu” belum lama ini.


Menurut Hamidah yang hampir 10 tahun menjadi kasir di koperasi daerah pesisir Demak ini mengatakan , transaksi gadai bagi warga pesisir  cukup diminati selain waktunya cepat juga prosesnya tidak berbelit-belit seperti halnya kredit dengan agunan BPKB atau Sertifikat . Dalam jangka waktu tidak kurang dari 5 menit uang langsung cair , dengan urutan pertama penaksiran barang oleh petugas atau toko emas yang ditunjuk , masuk kasir langsung terima uang. Oleh karena itu setiap harinya dapat dipastikan ada anggota yang menitipkan barangnya di koperasi dengan nilai tebusan yang bervariasi antara Rp 100.000 – Rp 5.000.000,- . Biasanya yang menebus jumlah besar adalah para pedagang ikan yang setiap harimya membutuhkan modal untuk kelancaran usahanya , sedangkan para petani,buruh dan nelayan mengambil dengan jumlah yang relatif kecil biasnya untuk keperluan sehari-hari atau operasional  pekerjaan.


“ Saya sudah tiga tahun lebih menitipkan perhiasan emas saya disini untuk kulakan  ikan teri  dari para nelayan disini ,jika uang dari bos keluar maka barang-barang saya disini saya tebus. Jika ada dagangan ikan teri lagi perhiasan emas saya titipkan disini dan uangnya saya pergunakan  untuk kulakan  lagi begitu seterusnya . Sistem gadai atau titipan barang ini sangat cocok bagi saya selain prosesnya cepat juga titipannya tidak memberatkan “ , aku Saripah (40) bakul ikan teri dari desa Panggung yang mengaku menjadi langganan tetap KSU “ Margi Rahayu” .



Sementara itu Hamzawi Anwar, BA manager KSU “ Margi Rahayu” diruang kerjanya mengemukakan, adanya sistem titipan barang atau gadai emas di koperasinya merupakan tuntutan pasar  karena selain cepat prosesnya juga kebutuhan anggota yang membutuhkan modal dengan cepat. Selain itu pula transaksi gadai ini menjadi hal yang biasa dilakukan oleh warga pesisir dalam rangka memenuhi modal dan juga kebutuhan sehari-hari. Rata-rata para pengusaha kecil tidak mempunyai agunan berupa BPKB ataupun sertifikat sehingga mereka kesulitan untuk mengakses perbankan. Namun dengan adanya sistem gadai atau titipan emas mereka para pengusaha kecil itu dapat menitipkan perhiasan emas mereka di koperasi , dan dari koperasi mereka memperoleh uang yang digunakan untuk menambah modal atau kebutuhan sehari-hari. Dan jika dari penjualan mereka laku atau memmeroleh penghasilan kembali maka merekapun menebus perhiasan mereka,begitu seterusnya..



“ Dalam hal menyediakan modal untuk transaksi gadai ini pada tahap awal kami sediakan dana 300 juta dan untuk kedepan jika pengajuan kami di LPDB cair kami akan menambah plafon sampai dengan 500 juta ,karena kami lihat masih banyak peluang yang terbuka untuk transaksi gadai atau titipan emas ,saya lihat masih banyak warga yang menitipkan emas mereka ke toko-toko emasdi kota . Inilah peluang yang saya lirik agar mereka tidakperlu ke kota untuk menitipkan perhiasan mereka “, ungkap Hamzawi Anwar yang telah memegang koperasi ini sepuluh tahun yang lalu.
Dari pantauan memang transaksi gadai di KSU Margi Rahayu pada bulan puasa ini mengalami lonjakan , biasanya warga yang menitipkan barangnya 5 – 10 0rang kini naik menjadi 10 – 15 orang  dengan jumlah nilai titipan beragam dari  50 ribu – 5 juta rupiah .Mereka yang menitipkan barang kebanyakanpara ibu-ibu bakul pasar tradisional dan juga ibu-ibu rumah tangga. Mereka menitipkan barangnya untuk kebutuhan bulan puasa dan menjelang hari raya idul fitri , barang yang dititipkan berupa kalung, gelang dan cincin.( FM)
Fatkhul Muin    
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com)






"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"