Selasa, 05 April 2011

Indahnya Terumbu Karang Karimunjawa Jepara Harus Dilestarikan


JEPARA - Salah satu kekuatan utama Karimunjawa adalah terumbu karang. Namun dalam tiga tahun terakhir diindikasikan terjadi penurunan yang signifikan terhadap biomassa ikan karang di Karimunjawa. Hal ini diungkapkan Kepala seksi Wilayah 2 Balai Taman nasional Karimunjawa (BTNK) Iwan Setiawan, saat ditemui di Karimunjawa beberapa waktu yang lalu .

“Penurunan biomassa ini terjadi di hampir semua zona dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa,” katanya. Satu-satunya zona di Karimunjawa yang memiliki nilai stabil pada biomassa ikan adalah di zona pemanfaatan.. Kesimpulan ini diambil setelah BTNK melakukan monitoring terumbu karang dan ikan di perairan tersebut. Memiliki 72 titik pantau, monitoring dilakukan dengan bantuan Wildlife Conservation Society (WCS).

“Setidaknya kami melakukan dua upaya dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang tersebut. “Selain monitoring terumbu karang dan ikan, kami juga melakukan rehabilitasi ekosistem tersebut,” katanya. Tujuan utamanya tentu saja untuk merehabilitasi lokasi-lokasi yang terumbu karangnya sudah mengalami degradasi.
Dalam rehabilitasi ini BTNK menggunakan metode kombinasi artificialreef dan relokasi. Selain itu dilakukan juga metode jaring, kerangka, dan substrat. “Sampai saat ini kami telah melakukan pemasangan terumbu karang sebanyak 57 unit artificialreef dan 20 unit jaring, kerangka, dan substrat yang sebanding dengan 1780 fragmen karang,” lanjutnya. Sebanyak 20 jenis karang tertransplantasi dalam program ini.

Upaya ini diharapkan mampu mengangkat kembali biomassa ikan karang di Karimunjawa karena ekosistem mangrove dan terumbu karang yang baik akan mampu meningkatkan biomassa ikan. Namun yang terpenting menurutnya justru peran seluruh pemangku kepentingan terutama masyarakat. “Bagaimanapun keberhasilan upaya ini akan sangat bergantung pada peran masyarakat dalam menjaga terumbu karang di Karimunjawa,” tandas Iwan.

Kerusakan ekosistem terumbu karang di Karimunjawa pernah berada pada posisi yang sangat parah karena perilaku tak ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan apotas, bahan peledak untuk menangkap ikan, selain pengambilan karang itu sendiri. Jika perilaku seperti ini bisa dihindarkan, upaya perbaikan ekosistem terumbu karang akan sangat terbantu.

“Bagaimanapun, terumbu karang ibarat magnet yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Karimunjawa. Kalau rusak maka pesona itu akan hilang,” kata Iwan menyinggung potensi ekonomi lanjutan yang tak akan berkembang sebagai dampak kerusakan terumbu karang.

Dukungan untuk pelestaian lingkungan juga dibeikan oleh Bapati Jepara. ‘Potensi kita terbesar adalah kekayaan bawah laut. Karena itu agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara lestari, maka upaya-upaya pelestarian perlu didukng oleh semua fihak’ ujar Hendro Martojo.

Sementara terkait dengan terumbu karang dilokasi wisata karimunjawa kepala diparta jepara menuturkan dan berharap kepada masyarakat harus merasa handarbeni/memiliki,menjaga sekaligus ikut mengamankan dari kerusakan terumbu karang dimaksud karena manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat karimunjawasendiri sementara terkait dengan pariwisatdi samping alam alam bahari karimunjawa khususunya yang begitu mempesona adalah sebuah anugerah yang perlu disyukuri,dilindungi,dijaga bukan untuk dirusak keberadaannya.( FM/Oedy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"