Selasa, 30 April 2013

KSU Margi Rahayu Kedungmutih Demak Taat Bayar Pajak




Demak - KSU ( Koperasi Serba Usaha ) “Margi Rahayu” desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak salah satu Koperasi di Pesisir Demak setiap tahunnya taat membayar pajak. Pembayaran pajak itu diangsur setiap bulannya , setelah satu tahun kemudian dilaporkan dan kekurangannya dibayarkan pada akhir tahun pajak. Sehingga pada bulan April ini KSU ini juga mengadakan laporan akhir tahun yang telah diselesaikan laporannya pada pertengahan bulan ini.

“ Alhamdulillah lembaga kami telah melaporkan kondisi usaha selama satu tahun berjalan dan juga telah memenuhi kewajiban pembayaran pajak selama satu tahun “, ujar Harun Arrosyid petugas pembayar pajak pada KSU Margi Rahayu pada Warta Demak.

Dikatakan oleh Harun Arrosyid , untuk meringankan pembayaran pajak maka setiap bulannya dia mengangsur kewajiban setiap bulannya . Sehingga setiap bulan sekali dia mendatangi Kantor Pajak Pratama Demak yang berlokasi di jalan raya Demak – Semarang. Selain mengadakan pembayaran pajak dia juga mengadakan  konsultasi agar lancar dan tepat dalam pelaporan setiap tahunnya.

“ Ya karena ini kewajiban suatu kewajiban meski agak berat kita tetap taat membayar pajak. Sehingga setiap bulan saya ditugaskan oleh kantor untuk membayar pajak di Kantor ini “, tambah Harun

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Demak Aan Almaidah Anwar,dihadapan para peserta Sosialisasi Pajak Untuk Koperasi di Demak mengatakan, Koperasi adalah salah satu lembaga yang mempunyai kewajiban untuk melaporkan dan juga membayar pajak setiap tahunnya . Koperasi adalah badan Hukum yang mempunyai NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak ) oleh karena setiap tahunnya mempunyai kewajiban untuk melaporkan pada kantor Pajak.

“ Ya kami mengucapkan terima kasih pada pengelola Koperasi yang berkenan hadir disini untuk mengikuti Sosialisasi  pajak Untuk Koperasi . Jika ada yang kurang jelas mengenai pajak AO kami siap membantu bapak-bapak “, kata Aan Almaidah Anwar (Muin )






Senin, 29 April 2013

WISATA JEPARA Asyiknya Pesiar Ke Pulau Panjang Naik Perahu



Salah satu obyek wisata di kota Jepara adalah Pantai Kartini yang dahulunya tempat pemandian Ibu Kartini salah satu pejuang emansipasi wanita  . Pantai ini terletak di sebelah Barat pusat Kota dan merupakan pelabuhan yang disandari kapal yang menuju Pulau Karimujawa.
Meski tidak berpasir putih seperti pantai lain namun pemandangan di panti ini cukup indah menawan hati terutama bagi pelancong yang datang dari daerah pegunungan yang belum melihat deburan ombak. Oleh karena itu jika hari Minggu atau libur pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati segarnya hawa pantai.
Selain menawarkan pemandangan yang indah menawan hati. Di pantai ini para pengunjung bisa berpesiar ke tengah laut atau mengunjungi pulau panjang . Pulau panjang adalah pulau kecil yang lokasinya tepat di sebelah Barat Pantai Kartini yang didalamya menawarkan berbagai ragam pemandangan dari bermacam burung  dan juga tanaman pantai lainnya.
Untuk berpesiar ke tengah laut atau mengunjungi pulau panjang ini pengunjung hanya mengeluarkan uang Rp 13 ribu . Dengan uang tersebut pengunjung bisa naik perahu sepuasnya bersama keluarga. Perahu-perahu telah dipersiapkan oleh pengelola dan bisa dinaiki kapan saja oleh para pengunjung. Jika perahu satu  penuh lalu diberangkatkan , seterusnya perahu lain mengantikannya boegitu seterusnya.
“ Perahu yang melayani para pengunjung berpesiar ini jumlahnya 16 perahu dengan nama SAPTA PESONA . Taripnya sama saja karena kami merupakan satu kelompok yang bersatu sehingga penghasilan kami dibagi bersama “, ujar Pak Suwadi Warga kelurahan Mulyoharjo yang sudah lebih 10 mengantar para pengunjung.
Pak Suwadi mengatakan pengunjung yang datang ke Pantai ini kebanyakan pada hari Minggu atau libur lainnya. Namun demikian beberapa perahu selalu siap stand by di dermaga untuk melayani para pengunjung yang ingin berpesiar ke tengah laut atau pulau panjang. Satu perahu biasanya diawaki oleh minimal dua orang  satu sebagai juru mudi yang satunya sebagai pembantu.
Menurut Pak Suwadi jumlah perahu yang melayani pesiar para pengunjung jumlahnya tidak bertambah atau berkurang ini semua ditujukan pada kesejahteraan anggota kelompok. Setiap harinya hasil dari pemasukan dari para pengunjung itu disatukan kemudian di bagi rata disisakan satu bagian untuk kas kelompok . Ka situ dipergunakan untuk perbaikan perahu , perbaikan mesin dan juga keperluan kelompok lainnya.
“ Setiap perahu ada kartu Pasnya masing-masing , sebelum dioperasikan dicek segala sesuatunya untuk keamanan para pengunjung”, kata pak Suwadi. ( Muin )

Pak Bakrun Sidi Gede Welahan , Bisnis Burung Dia banyak Untung

Pak Bakrun 

Jepara - Bagi Bakrun  warga RT 06 RW 02 Sidi Gede kecamatan Welahan Jepara bisnis burung adalah satu-satunya pekerjaan yang ditekuni puluhan tahun. Dari jual beli hewan yang bisa terbang dan berkicau ini ia bisa mencukupi kebutuhan hariannya. Di rumahnya ada puluhan burung berbagai jenis yang ditempatkan di sangkar-sangkar burung .
Jika pagi hari iapun berangkat ke pasar burung Pecangaan dengan membawa dagangannya yang ditempatkan di belakang sepeda motornya di bantu istri dan anaknya. Dilapak samping bekas pabrik karung goni iapun menata dagangannya menunggu para pembeli . Jenis burung yang ia jual diantaranya Beo , Murai Bati ,Koci, Kenari , Anis dan masih banyak lagi lainnya.
“ Saya mulai usaha jual beli burung kalau tidak salah tahun 1985 dan tidak di tempat ini namun di Jakarta ikut tetangga yang buka lapak di sana . Setelah itu berpindah ke Pasar Jepara , Mayong , dan yang terakhir di Pecangaan ini “, kata Pak Bakrun pada Warta Demak.


Awal mula usaha jual beli burung ini ya ikut-ikutan tetangga yang kebanyakan usahanya jual beli burung. Dari pengalaman itu makin lama usaha itu bisa untuk menghidupi keluarga sehingga sampai sekarang ia tidak meninggalkan usaha itu. Burung yang ia jual itu ada yang kulakan dari pasar burung yang besar , namun ada pula yang dibeli dari para penggemar burung yang ingin melego atau mengganti burung kesayangannya .
“ Ya setiap hari kita kadang menjual burung namun ada kalanya kita juga membeli burung dari para penggemar. Yang penting setiap hari kita dapat untung dari jual beli ini. Kadang keuntungan kita ya Rp 20 ribu – Rp 100 ribu pertransaksi “, aku Pak Bakrun.
Untuk harga burung menurut Pak Bakrun bervariasi tergantung jenis dan juga yang lagi ngetrend. Selain itu juga dilihat dari  prestasinya ikut perlombaan. Satu jenis burung bisa berharga jutaan bahkan puluhan juta karena sering juara di berbagai lomba kicau Mania. Tetapi harga burung yang dijualnya berkisar antara Rp 20 ribu – Rp 2 juta rupiah . Burung burung itu harganya menjadi naik setelah dipelihara dan juga dilatih untuk persiapan lomba.


“ Ya kalau burung yang agak mahal ya jenis Murai , Anis , Perkutut yang sudah juara harga bisa sampai 50 juta bahkan ada yang mencapai 100 juta rupiah “, tambah pak Bakrun.
Membuka usaha jualan burung agar bisa terus berjalan harus telaten , setiap hari harus datang ke lapak dan memamerkan dagangannya. Selain itu juga sering datang atau menyambangi pasar burung di berbagai tempat agar tahu harga pasaran burung. Sehingga ketika menjual atau membeli tidak mengecewakan pelanggan.
Burung burung yang diperjualbelikan di pasar Burung Pecangaan menurut pak Bakrun selain berasal dari local seputaran kota Jepara dan sekitarnya  ada juga yang didatangkan dari luar Jawa. Seperti Kalimantan, Sumatera, Bali dan juga Papua. Burung-burung itu di bawa oleh para pedagang atau para sopir yang setiap waktu mengadakan perjalanan ke luar Jawa.
Dari segi bisnis usaha jual beli burung ini menurut pak Bakrun cukup lumayan hasilnya. Seperti dirinya puluhan tahun ia membiayaai keluarganya dari usaha bisnis jual beli burung ini. Selain dirinya puluhan warga desa Sidi Gede juga berprofesi sebagai pedagang burung. Tidak hanya di Jepara saja kota-kota besar di pulau Jawa setiap ada pasar Burung pasti ada warga desanya. Dari bisnis burung itu mereka bisa menyekolahkan anaknya , membuat rumah bagus, beli tanah sampai dengan mobil mewah.
“ Dulu masih jayanya pasar burung Jl. Pramuka hampir semua pedagang di sana warga desa saya, sehingga mereka bisa membawa pulang hasil yang cukup banyak dari usaha jualan burung ini “, kata Pak Bakrun menutup sua.  (Muin)







WIRAUSAHA Mbah H. Syakirin Montir Berbagai Mesin , Tanpa Kursus Ataupun Sekolah

Mbah Syakirin dokter berbagai mesin diesel 

Apapapun kesulitan jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan bisa terselesaikan. Agar usaha yang kita kerjakan mengalami kemajuan kita harus memberikan pelayanan sebaik-baiknya pada konsumen. Itulah kata-kata yang disampaikan oleh Mbah Syakirin pengusaha bengkel mesin dan berbagai macam alat elektronik “ Dua Saudara “ asal desa Pecangaan Wetan yang telah membuka usaha puluhan tahun di rumahnya.
Meski tempatnya yang menjorok di pemukiman warga namun ia mengatakan pelanggan setiap harinya tiada sepi justru setiap harinya selalu bertambah berkat pelayanan yang prima. Selain dirinya sendiri ia kini dibantu dua orang putranya yang juga telah mahir memperbaiki mesin diesel dan juga berbagai macam elekronik lainnya. Sehingga di gudang yang dijadikan sebagai bengkel itu terdapat puluhan mesin dan alat elektronik yang habis dikperbaiki atau baru diperbaiki.
“ Sebelum membuka bengkel di rumah sendiri seperti ini saya juga pernah berprofesi sebagai montir panggilan . Dari situlah orang mulai mengenal saya sebagai montir mesin dan sayapun membuka bengkel di rumah ini dan mulailah pelanggan datang sendiri . Kalau tidak salah saya buka usaha bengkel ini ejak tahun 1975“, ujar Mbah H.Syakirin (60) pada Warta Demak Sabtu (27/4).
Mbah Syakirin mengemukakan, keahliannya memperbaiki berbagai mesin dan alat elektronik itu tanpa sekolah namun berkat ketlatenannya mengotak atik dari mesin satu ke mesin lainnya. Jika ada kerusakan dengan feeling atau perasaannya iapun membongkar mesin tersebut lalu di tata kembali seperti semula jika ada onderdil yang rusak kemudian diganti yang baru.Begitu juga jika ada mesin yang baru iapun mempejari sendiri sampai bisa mengusai bagaimana cara memperbaikinya.
“ Putra saya yang membantu saya setiap harinya juga demikian , tidak kursus atau sekolah dari ikut membantu saya lama-lama dia juga bisa memperbaiki sehingga jika ada order banyak saya tidak kewalahan lagi “, kata Mbah H.Syakirin.
Jenis-jenis mesin yang bisa diperbaiki di bengkelnya adalah berbagai mesin diesel dari mulai yang kecil sampai yang besar. Mesin itu diantaranya untuk menghidupkan dynamo , traktor , molen dan juga yang lainnya. Selain itu juga berbagai alat elektronik lainnya seperti kipas angin, mesin cuci dan mesin lain yang digerakkan oleh dynamo.
Salah satu putra mbah Syakirin sudah mahir jadi montir

Dari usahanya yang dibuka puluhan tahun itu pelanggannya sudah merambah kemana-mana ,selain seputaran kota Pecangaan  , juga datang dari berbagai wilayah di Jepara Utara seperti Bangsri, Keling dan juga Mlonggo. Biasanya mereka yang datang adalah pelanggan yang telah lama memakai jasanya , namun demikian banyak pula wajah-wajah baru . Iapun tidak membedakan para pelanggannya semua ia layani dengan baik.
Menurut Mbah Syakirin agar usaha yang dijalankan bisa maju dan berkembang intinya adalah pelayanan yang baik pada pelanggan. Jika ada kerusakan harus diperbaiki sebaik-baiknya  , bila ada complain dari pelanggan juga harus direspon sebaik-baiknya. Dengan resep itulah usaha  bengkel mesin yang telah ditekuninya puluhan tahun terus berkembang hingga saat ini dan dikenal banyak orang.
“ Bengkel ini kami buka mulai pagi hingga sore hari dan tidak ada waktu libur seperti kantor. Alhamdulillah dari usaha bengkel ini saya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga mendidik anak yang  insya Allah nantinya meneruskan usaha ini “, tambah Mbah H. Syakirin.
Bagi pembaca di seputaran Pecangaan dan Kota Jepara yang ingin memperbaiki berbagai mesin diesel dan juga alat elektronik bisa datang ke tempat Mbah H. Syakirin. Adapun lokasinya adalah gang depan Masjid Pecangaan Wetan masuk 100 meter atau sampai di Masjid tanya pada warga dimana rumah Mbah H. Syakirin montir mesin dan dynamo. (Ardans)

WIRAUSAHA Pak Mashudi Menangguk Rupiah dari Keahlian Memasang Instalasi Listrik


Bagi Pak Mashudi (46) warga RT 03 RW 03 desa Pecangaan Kulon  memasang intalasi listrik adalah pekerjaan sehari-harinya. Dari kehalian menyambung dan memutus kabel itulah ia bisa menghidupi keluarga selama puluhan tahun. Selain itu dia juga tidak takut untuk naik turun tiang listrik yang tinggi meski pada awalnya ia mengaku “ndredheg” setelah di ketinggian.Namun setelah puluhan tahun terbiasa kini ia justru linu-linu jika tidak naik turun tiang listrik.
“ Habis gimana lagi mas , keahlian saya memang hanya pasang-pasang kabel seperti ini . Jadi ya saya kerjakan terus-menerus . Alhamdulillah meski tidak lebih ya cukup untuk menghidupi keluarga “, aku Pak Mashudi pada Warta Demak ketika memasang instalasi listrik di rumah besar ditemani keponakannya.
Mashudi yang mempunyai hoby ngebreak dan sering dipanggil Pak Jojon mengemukakan , ia berprofesi sebagai tukang pasang listrik berawal ketika ikut kakaknya yang mempunyai usaha sebagai BTL Di Semarang. Pulang dari sekolah SMA ia membantu kakaknya pasang-pasang kabel dan instalasi di rumah warga yang membutuhkan. Sambil membantu kakaknya disela-sela itu ia mempelajari teknik-teknik memasang listrik sehingga ia mampu melakukan kerja sendiri.
“ Setelah mampu memasang kabel dan inslatasi lainnya sayapun kembali ke kampung dan memparaktekkan ilmu pasang listrik sebagai profesi atau pekerjaan sehari-hari. Meski tidak lebih ya bisa untuk belanja di rumah dan menyekolahkan anak-anak. Yang Pertama udah kuliah dan yang kedua duduk di bangku SMA “, kata Pak Jojon.
Menurut Pak Mashudi , pengguna jasanya adalah warga di seputaran Pecangaan, Demak dan Kudus . Adapun promosinya adalah dari mulut ke mulut dan juga lewat BTL rekanan kerjanya . Sehingga jika dia sedang menggarap pekerjaan di sebuah desa maka lain waktu dia memperoleh garapan di desa yang sama begitu seterusnya. Selain itu juga bisa lewat komunikasi break-brekan di udara yang sebagai hobynya jika tidak berangkat kerja atau disela-sela waktu senggangnya.
“ Sebagai contoh beberapa waktu lalu saya pernah terima garapan dari Mbah LT Kudus atau Pak Kris Demak yang cukup lumayan meski hanya lewat udara. Selain itu juga terima pekerjaan dari teman BTL yang setiap waktu memberi garapan pekerjaan entah memasang baru atau perbaikan ”, kata Pak Jojon.
Ketika di tanya upah atau bayaran yang diterima , Jojon tidak mematok nilai yang pasti tergantung dari berat dan ringannya pekerjaan. Pekerjaan yang cukup berat diantaranya perbaikan instalasi di ketinggian , entah kabel putus , konslet atau kerusakan lainnya. Kerusakan itu terjadi jika ada angin besar , hujan , petir sehingga mengakibatkan instalasi listrik di rumah terjadi gangguan mati atau padam.
“ Biasanya kalau biaya pemasangan instalasi baru sekitar Rp 150 ribu , namu  untuk gangguan lain tergantung dari banyak sedikitnya pekerjaan. Jika rumah besar seperti ini biayanya juga cukup banyak karena sambungan mencapai puluhan titik . Kalau seperti ini biasanya saya minta kerja borongan sehingga saya bisa focus “, tukas Pak Mashudi.
Selain memasang instalasi listrik Pak Mashudi juga mahir memainkan alat music suling . Beberapa artis terkenal pernah diiringi dengan suling kesayangan diantaranya Mansyur S, Jaja Miharja, Evi Tamala , Ike Nurjanah dan juga Rhoma Irama. Sampai sekarangpun ia masih menerima order bermain seruling di berbagai grup Orkes Melayu di kota Jepara dan sekitarnya.
Bagi Pembaca yang ingin tahu lebih banyak dan juga ingin menggunakan jasa Bang Jojon baik untuk pemasangan instalasi Listrik maupun bermain seruling bisa menghubungi No HP : 081 325 784 040.(Muin/Ardans)


Jumat, 26 April 2013

Kerugian Petani desa Mutih Wetan Capai Ratusan Juta Rupiah




Demak -
Banjir dua kali yang menggenangi persawahan dan pertambakan desa Wetan kecamatan Wedung kabupaten Jepara mencapai ratusan juta rupiah. Selain menggenangi ratusan hektar persawahan padi air banjir juga melibas puluhan hektar pertambakan ikan dan garam. Ratusan petani hanya pasrah dan menunggu banjir surut sehingga mereka bisa menanami sawahnya atau menebar benih ikan kembali.
“ Usai banjir pertama beberapa petani melaporkan kondisi sawah dan tambak yang tenggelam , ada beberapa petani yang melaporkan garamnya habis diterjang oleh banjir bandhang jebolnya tanggil kali Wulan “, ujar M. Lutfie Noor Kepala Desa Mutih Wetan pada Warta Demak  Rabu (24/4).


M. Lutfie mengatakan, banjir yang pertama limpasannya cukup besar sehingga seluruh persawahan dan pertambakan tergenang air. Genangan air itu mematikan tanaman padi yang baru ditanam beberapa hari , selain itu juga melelap tambak-tambak yang penuh dengan ikan dan udang. Saking besarnya arus air gudang-gudang garam yang terletak di tengah tambak juga dihempas oleh air banjir sehingga habis total.
“ Menurut perkiraan garam yang dihanyutkan oleh air banjir ada 1500 ton , sedangkan kerugian yang di derita oleh petani mencapai ratusan juta rupiah karena rata-rata kerugian para petani Rp 500 ribu – Rp 1 juta rupiah karena jumlah petani di desa saya ada 300 orang “, tambah Lutfie Noor.


M. Lutfie mengharapkan secepatnya pemerintah mengatasi tanggul yang jebol itu agar tidak terjadi banjir untuk ketiga kalinya. Para petani di desanya berharap agar banjir reda sehingga mereka bisa menanam kembali sawahnya yang telah lama tergenang air banjir. Begitu juga para petani tambak mereka juga ingin menebar bibit ikan dan udang di lahan tambaknya.
“ Desa saya potensial pertaniannya sehingga lahan sawah dan tambak juga cukup luas , sehingga jika banjir terus berkepanjangan akan mengganggu kinerja mereka , kerugian mereka akan terus bertambah jika air terus menggeang “, katanya lagi. (Muin)

Kicauan Ratusan Burung Di Pantai Kartini Jepara


Hari Minggu  (21/4) pantai Kartini Jepara menjadi ajang lomba Kicau Burung Bupati Jepara Cup ke 6 . yaitu event tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Kartini dan juga Ulang Tahun Kota Jepara yang ke 464. Para pesertanya adalah para penggemar burung berkicau tidak hanya dari kota Jepara saja namun juga kota lain di pulau Jawa seperti Surabaya , Semarang , Salatiga , Yogyakarta , Solo , Bandung dan Jakarta.
“ Ini adalah salah satu event pariwisata di kota Jepara dalam rangka memperkenalkan obyek wisata pantai Kartini Jepara pada khalayak. Selain itu juga sebagai ajang lomba tahunan memperebutkan piala Bupati Jepara “, kata Mulyadi, SH MM Kepala Diparta Jepara selaku panitia lomba.
Dikatakan Mulyadi peserta lomba kicau burung di even Bupati Cup ke 6 ini ada sekitar 10 varian yang merupakan kekayaan khasanah fauna di Indonesia diantaranya Anis Merah, Kacer , Cucak hijau , Love Bird, Pentet ,Kenari, Dan Jenggot. Penilaian dilaksanakan oleh para yuri yang ditempatkan khusus sehingga diharapkan mereka bekerja sportif.

Sementara itu Bupati Jepara H.Ahmad Marzuki,SE dalam sambutan pembukaan mengatakan , Burung merupakan klangenan manusia sejak dulu sehingga budaya itu sampai sekarang tetap dilestarikan . Lomba kicau burung juga ada kaitannya dengan Pariwisata oleh karena itu Bupati mengharapkan even ini tetap berjalan setiap tahunnya.
Bagi peserta yang datang dari luar kota Bupati Jepara mengucapkan selamat datang dan selamat berlomba . Selain itu diharapkan dapat mempromosikan obyek wisata di Jepara yaitu pantai Kartini Jepara yang dahulunya merupakan Pemandian RA Kartini  salah satu pejuang emansipasi wanita.
“ Kami ucapkan selamat berlomba pada para pecinta dan penggemar Burung berkicau dimanapun berada. Kami mengharapkan even ini tetap berjalan pada waktu yang akan datang karena lomba ini merupakan ajang promosi wisata di Jepara “, kata Bupati Jepara Ahmad Marzuki SE.

Lomba Kicau Burung Bupati Cup 6 yang dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun Ibu RA Kartini itu dimulai pukul 11 namun sebelumnya para peserta sudah berdatangan dengan membawa burung kesayangannya. Burung-burung itu ditempatkan di sangkar dengan berbagai model  yang berjumlah ratusan yang berjajar rapi dilapangan tengah pantai Kartini Jepara.
“ Saya datang dari Kota Salatiga mengikuti even ini sudah berkali-kali , saya membawa 3 burung kesayangannya saya mudah-mudahan ada yang keluar menjadi juara “, kata Dwi Londo penggemar burung berkicau asal Salatiga yang ditemui Warta Demak.(Muin)

Senin, 22 April 2013

SMP MIS “JABAL NUR” BANDENGAN JEPARA Pendidikan Modern di Pesisir Jepara


Salah satu lembaga pendidikan baru yang tahun 2013 ini ikut mencerdaskan anak bangsa adalah SMP MIS ( Modern Islamic School )  Jabal Nur Bandengan Jepara. Dengan Visi memposisikan SMP MIS bandengan Beach Jepara sebagai Pusat Pendidikan Modern yang mampu mengembangkan Masyarakat Mandiri dan Berkarakter Robbani. Adapun salah satu misinya yang cukup menonjol adalah Menerapkan Strategi pembelajaran dengan Dzukrullah yaitu proses belajar mengajar diawali dengan bacaan Alqur’an.
“ Selain itu misi yang lain adalah menyelenggarakan pendidikan menengah pertama yang Islami Modern yang mampu memberi bekalan pengetahuan ,sikap mandiri dan ahlaq mulia “, ujar Muhammad Yusa Ts, S Ag kepala SMP MIS Bandengan pada Warta Demak Minggu (21/4).
Awal berdirinya SMP yang bernuansa Islami dan Modern ini diantaranya adalah belum adanya sekolah lanjutan pertama yang mengedepankan nilai-nilai Islami , Modern mMandiri serta berkarakter di seputaran pantai Bandengan.Ide itu muncul kemudian ditangkap oleh Yayasan “ Jabal Nur “ yang konsen akan kemajuan pendidikan. Sehingga gayungpun bersambut sehingga ide mulia itupun terwujudkan.
“ Apalagi saat ini SBI atau RSBI sudah tidak ada lagi sehingga , kamipun lebih bersemangat untuk mengembangan sekolah lanjutan pertama yang berkarakter dan Modern ini agar warga sekitar pesisir mempunyai nuansa baru “, tambah Yusa Ts.
Dari segi pembelajaran di SMP MIS Bandengan ini tidak jauh berbeda dengan sekolah yang lainnya. Namun ada pelajaran tambahan yang membuat anak tumbuh Islami, berkarakter, Modern dan Mandiri. Pelajaran tambahan itu diantaranya Bahasa Arab, Bahasa Inggris , pendalaman pembacaan kitab ,dan juga berbagai macam ketrampilan. Diantaranya Disain Grafis, Melukis,Sablon ,elektronik, Drumb Band dan juga sulap.
“ Ke depan satu pelajaran bahasa lagi yang akan kami ajarkan adalah Bahasa Mandarin atau China karena saat ini china merupakan negara yang cukup potensial dari berbagai macam segi “, kata Yusa.
Sementara itu Ketua Yayasan “Jabal Nur” H. Abdullah Uzair mengatakan , SMP MIS  Modern ini diharapkan kelak mencetak generasi muda yang Islami , berkarakter dan Mandiri . Oleh karena itu pembelajarannya ditekankan pada praktek dalam kehidupan sehari-hari namun demikian tidak melupakan pada pelajaran pokok sesuai dengan Kurikulum dari Diknas.
Oleh karena itu fihaknya menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung pendidikan modern ini selain ruang belajar , ruang laboratorium ,perpustakaan , dan juga lapangan untuk olah raga . Selain itu juga disediakan pondok Pesantren bagi yang ingin belajar agama Islam .
“ Ya bagi orang tua wali yang mengharapkan pendidikan bernuansa baru silakan untuk mendaftarkan putra-putrinya di SMP MIS Bandengan Jepara yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Bandengan Jepara “ kata H. Abdullah Uzair.
Adapun syarat-syarat pendaftaran diantaranya, Mengisi Formulir Pendaftaran, Foto Copy STTB SD/MI, Pas foto Hitam Putih 3X4 3 lembar,fas foto hitam putih 2X3 3 lembar, persyaratan dimasukkan dalam map hijau untuk siswa putra dan map merah bagi siswa putri. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 3 April – 10 Juli 2013 pukul 08.00 – 13.00 (setiap hari). (Muin)

Jumat, 19 April 2013

Rumah Asap Wonosari Butuh Genset dan Pembuangan Asap Kurang Maksimal
















Pak Suryadi di dalam lapak yang penuh asap













































































































Demak -
Saat ini rumah sentra pengasapan ikan di desa Wonosari kecamatan Bonang merupakan asset  yang telah mampu meningkatkan penghasilan warga. Setidaknya ada puluhan orang yang terhidupi dari rumah asap ini. Hal itu bisa dilihat dari kesibukan mereka mulai pagi hari sampai sore hari di rumah yang terletak di jalan besar menuju kota Demak.
“ Alhamdulillah semenjak rumah asap ini berdiri warga disini sudah merasakan manfaat serta peningkatan penghasilan. Dari ikan segar kita oleh jadi ikan asap keuntungannya 20 – 30 persen”,  ujar Pak Saryadi warga desa Wonosari yang membuka salah satu lapak di rumah asap ini.
Namun demikian ada yang disayangkan pada bangunan rumah asap ini . Menurut Pak Saryadi jika listrik padam maka para pengusaha ikan asap ini kegelapan . Selain itu untuk bangunan yang tahap kedua pembuangan asap kurang maksimal . Sehingga ketika bekerja terganggu oleh asap yang menyesakkan dada.
“ Coba dilihat asap tidak bisa keluar seperti ini , orang yang di dalam sangat terganggu sehingga tidak kuat lama-lama disini. Ini kan cukup menganggu kinerja kita “, papar Pak Suryadi.
Oleh karena itu diharapkan solusi dari pemerintah untuk mengatasi dua masalah tersebut. Jika listrik padam biasanya para pengguna lapak menggunakan lilin yang sinarnya tidak begitu terang. Akibatnya kerja mengasapi ikan juga terganggu.
“ Nah dua masalah itulah yang cukup mengganggu kerja kita , mudah-mudahan hal ini dapat perhatian dari pemerintah “, harapnya. (Muin)









Rumah Asap Wonosari Butuh Genset dan Pembuangan Asap Kurang Maksimal
















Pak Suryadi di dalam lapak yang penuh asap













































































































Demak -
Saat ini rumah sentra pengasapan ikan di desa Wonosari kecamatan Bonang merupakan asset  yang telah mampu meningkatkan penghasilan warga. Setidaknya ada puluhan orang yang terhidupi dari rumah asap ini. Hal itu bisa dilihat dari kesibukan mereka mulai pagi hari sampai sore hari di rumah yang terletak di jalan besar menuju kota Demak.
“ Alhamdulillah semenjak rumah asap ini berdiri warga disini sudah merasakan manfaat serta peningkatan penghasilan. Dari ikan segar kita oleh jadi ikan asap keuntungannya 20 – 30 persen”,  ujar Pak Saryadi warga desa Wonosari yang membuka salah satu lapak di rumah asap ini.
Namun demikian ada yang disayangkan pada bangunan rumah asap ini . Menurut Pak Saryadi jika listrik padam maka para pengusaha ikan asap ini kegelapan . Selain itu untuk bangunan yang tahap kedua pembuangan asap kurang maksimal . Sehingga ketika bekerja terganggu oleh asap yang menyesakkan dada.
“ Coba dilihat asap tidak bisa keluar seperti ini , orang yang di dalam sangat terganggu sehingga tidak kuat lama-lama disini. Ini kan cukup menganggu kinerja kita “, papar Pak Suryadi.
Oleh karena itu diharapkan solusi dari pemerintah untuk mengatasi dua masalah tersebut. Jika listrik padam biasanya para pengguna lapak menggunakan lilin yang sinarnya tidak begitu terang. Akibatnya kerja mengasapi ikan juga terganggu.
“ Nah dua masalah itulah yang cukup mengganggu kerja kita , mudah-mudahan hal ini dapat perhatian dari pemerintah “, harapnya. (Muin)









"BLOGNYA MASYARAKAT PESISIR DEMAK DAN JEPARA "
Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi dapat mengirim tulisan apa saja artikel, Berita, Foto dan apa saja yang bermanfaat ke Email : pakardans[at]gmail.com, Dan jika anda mempunyai informasi yang perlu diliput dapat menghubungi Redaksi Phone:
085641629350.-
Bagi anda yang mempunyai usaha apa saja yang ingin dipublikasan via media internet dan menghubungi Redaksi
Bila anda peduli dengan kemajuan blog ini dapat berbagi dengan kami
Donasi bisa dikirimkan via pengelola blog :
Nama : FATKUL MUIN
Bank : BRI UNIT PECANGAAN KULON JEPARA
NO REK : 5895-01-000092-53-8
" Marilah Kita Bersama Berdayakan Masyarakat Pesisir"